Sumur Kering, Pegawai Kantor Kecamatan Ciawi Sampai Susah Berwudhu
Selain tempat wudhu, toilet di masing-masing gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan tersebut juga mengalami hal yang sama.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Kekeringan di musim kemarau beberapa bulan terakhir ini rupanya juga melanda beberapa daerah di kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Bahkan di lingkungan Kantor Kecamatan Ciawi juga demikian, para pegawai dan warga sulit mendapatkan air ketika hendak akan berwudhu di mushola kantor kecamatan.
Selain tempat wudhu, toilet di masing-masing gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan tersebut juga mengalami hal yang sama.
"Iya agak susah airnya, saya denger sumurnya suka kering," kata warga Desa Banjarsari, Ciawi, Hidayat (36), saat ditemui TribunnewsBogor.com di sekitaran mushola Kantor Kecamatan Ciawi, Jumat (31/8/2018).
Ia mengatakan bahwa ketika ia hendak mengambil air wudhu di mushola, air memang keluar dari kran ketika dibuka.
Namun, kata dia, air yang keluar sangat kecil dan sangat singkat sampai air tak keluar lagi.
"Kecil banget airnya, cuma sebentar lagi netesnya, gak nyampe satu menit, kalau lagi mau salat berjamaah pernah saya gak kebagian air, banyakan lagi yang gak kebagian," katanya.
Kondisi tersebut kata dia, berbeda dengan di Banjarsari, karena air sumur di desanya itu menurutnya masih dialiri air dan warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/susah-wudhu_20180831_171700.jpg)