Breaking News:

Bos Pengoplos Gas Di Bogor Ditangkap, Polisi Turut Sita Ratusan Gas Melon

Tiga pelaku pengoplos gas yang masing-masing berinisial MP (42), ED (28) dan HR (37) diamankan di Gudang Penyuntikan gas

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
pengoplos gas elpiji 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bos pengoplos gas elpiji beserta dua anak buahnya dibekuk polisi usai terbukti mengoplos gas non subsidi secara ilegal.

Tiga pelaku pengoplos gas yang masing-masing berinisial MP (42), ED (28) dan HR (37) diamankan di Gudang Penyuntikan gas, Kampung Garapan Babakan Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Ke tiganya diamankan saat sedang melakukan penyuntikan gas elpiji yakni memindahkan isi tabung gas ukuran tiga kilogram bersubidi ke dalam tabung gas ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram Non Subsidi.

"Kita tangkap tiga tersangka, ada yang sebagai pemilik usaha, kemudian sopir, dan ada juga penyuntik," ujar Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (5/9/2018).

Andi menjelaskan, pelaku menyuntikan gas elpiji dari tabung gas tiga kilogran ke dalam tabung gas elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram menggunakan alat berupa pipa besi yang difungsikan sebagai regulator.

Selanjutnya gas elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram yang merupakan hasil dari kegiatan penyuntikan tersebut dipasarkan ke toko dan warung di sekitaran wilayah Cileungsi dan Bekasi.

"Untuk harga cenderung sama dipasaran, hanya saja kualitas dan kuantitasnya berkurang, serta dapat membahayakan pengguna juga," katanya.

Ada pun barang bukti yang turut diamankan di antaranya empat unit mobil pick up, 550 tabung gas tiga kilogram isi, 200 tabung gas tiga kilogram kosong.

Kemudian 70 tabung gas 12 kilogram kosong, 12 tabung gas 50 kilogram kosong, 11 tabung gas 50 kilogram isi, 29 buah pipa besi yang difungsikan sebagai regulator, satu buah bok yang berisikan segel tabung gas elpiji, dan satu buah timbangan.

Atas kesalahan, ke tiga pelaku dikenakan Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) hurup b dan c UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan/atau Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 30 UU RI No 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi legal

"Untuk ancamannya pidana penjara maksimal lima tahun," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved