LPPM IPB Gelar Diskusi Bahas Cara Terbaik untuk Rehabilitasi dan Rekontruksi Lombok

Menurutnya, program recovery tidak singkat, karena membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kemudian juga melibatkan banyak pihak.

Humas IPB
Koordinasi rencana RR dilaksanakan di ruang Executive Development Training Center (EDTC) Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Kampus IPB Baranangsiang (27/8) 

Sementara itu, Prof. Dr. Euis Sunarti selain menjelaskan banyak hal tentang peran kelembagaan kebencanaan juga menjelaskan sisi strategis keterlibatan IPB dalam proses RR di Lombok. Sebagai pihak yang terlibat, IPB harus jeli dalam menentukan kapasitasnya dan kebutuhan di daerah bencana.

“Jangan sampai terjadi miskomunikasi antara kebutuhan dengan bantuan yang kita berikan. Selain itu akan lebih bagus jika kita mengisi ruang strategis yang belum diisi oleh kelembagaan lainnya. Ruang strategis tersebut diantaranya adalah penyiapan pangan, gizi, bimbingan pendidikan, pendampingan pertanian, peternakan, perikanan dan kawasan pulau-pulau kecil,” tambahnya.

Selanjutnya Dr. Zulhamsyah menyampaikan tentang pentingnya pentahapan penanganan pasca bencana.

Yakni tanggap darurat berupa fasilitasi penyusunan dokumen rencana di tingkat desa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terapi mental (tenaga healing dan spiritual), supply kebutuhan primer, konsolidasi kelembagaan formal dan informal lokal, membangun teamwork di tingkat desa atau antar desa, pendampingan teknis, cash for work, lembaga koordinasi pembangunan kembali (perlu atau tidak) pendidikan anak.

Diskusi yang digelar setengah hari ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Fakultas Peternakan yang menyampaikan pentingnya menjaga ternak dari gangguan dan stress.

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen yang menyampaikan tentang program Mobil Anti Galau dan Klinik Tumbuh Kembang Anak, serta Trauma Centre.

Selain itu juga hadir perwakilan dari Care LPPM IPB, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB serta dari Mahasiswa Tanggap Bencana (Mantab).

Mantab adalah elemen mahasiswa yang akan didorong untuk berperan dalam berbagai program kemanusiaan termasuk bencana.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved