Rupiah Melemah, Pasokan Tahu dan Tempe Pedagang Pasar Ciawi Bogor Menipis
Selain itu, di saat rupiah melemah ini, kata dia, harga tahu dan tempe masih normal.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Di saat nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah, pengiriman stok tahu dan tempe diakui pedagang di Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor mulai melambat.
Salah satu penjual tahu dan tempe di Pasar Ciawi, Ibu Odas (46), mengatakan bahwa hal itu terjadi karena kedelai yang mulai sulit didapat.
"Agak jarang sekarang ngirimnya, bos kadang ngirim kadang enggak, ditanya bos kenapa gitu gak ngirim, gak ada kacang kedelainya katanya, langka kacangnya juga," kata Odas kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (5/9/2018).
Selain itu, di saat rupiah melemah ini, kata dia, harga tahu dan tempe masih normal.
Yakni untuk tahu Bandung dan tahu Jambi dijual dengan harga Rp 4 ribu per 10 tahu dan tempe masih dijual Rp 15 ribu untuk yang ukuran besar (sekitar 1kg) dan Rp 6 ribu untuk yang berukuran kecil.
"Sekarang untuk tahu tempe harganya masih normal, kalau misalkan ada kenaikan harga kacang kedelainya biasanya nanti harganya dinaikin atau ukurannya jadi agak kecil, tapi itu tergantung dari sananya yang bikin, bukan dari penjual," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/tahu-tempe_20180905_131838.jpg)