Kecelakaan di Sukabumi

Marketing PO Angkat Bicara Soal Kondisi Bus yang Kecelakaan di Cikidang Sukabumi, Sempat ke Tamini

Selama proses peninjauan, pihak kepolisian menanyakan perihal kronologi kecelakaan maut tersebut kepada Darisandi.

Penulis: Afdhalul Ikhsan | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIKIDANG - Kecelakaan maut bus pariwisata di Tanjakan Letter S, Jalan Cikadang, Sukabumi, Sabtu (8/9/2018) siang, menyisakan fakta terbaru.

Untuk mengetahui fakta tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan Jasa Raharja meninjau lokasi kecelakaan bus bernopol B 7056 SGA sekaligus mengecek kondisi bus yang masih berada di bawah jurang.

Serta mendatangkan Marketing PO Bus Indonesia Indah Wisata, Darisandi.

Selama proses peninjauan, pihak kepolisian menanyakan perihal kronologi kecelakaan maut tersebut kepada Darisandi.

"Sebelumnya bus ini memang ke Taman Mini sampai malam pulang jam 12. Karena acaranya sore jadi bus ini berangkat dari Depok jam 6 pagi ke Kemang Bogor menjemput rombongan, diperkirakan perjalanan enam jam tidak berhenti," kata Darisandi saat ditanya polisi

Pihak kepolisian pun lebih jauh menanyakan proses perjalanan ke Arung Jeram Cikidang.

"Jadi pas diperjalanan ke Arung Jeram Cikidang bus ini memang sempat berhenti dua kali di SPBU Cikeretek," sambungnya.

Menurut Darisandi, diakunya ada dua sopir di dalam bus tersebut.

Masing-masing bergantian mengambil kendali bus, yakni Muhammad Adam dan Zahidi.

"Muhammad Adam kernet dan Zahidi Supir, mereka bergantian. Namun kedua orang ini tidak membawa handphone, jadi selama diperjalanan gak ada kontak sama sekali bahkan Adam sempat menghilang. Sementara rekannya Zahidi tewas. Tapi saya juga belum bisa memastikan siapa yang megang kendali dalam perjalanan," ucap Sandi sapaan akrabnya.

Terpisah, Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan sejak kejadian pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran kepolisian.

"Analisa itu bisa diajukan dengan baik. Sehingga penyebabnya bisa disimpulkan. Karena memang tahulah, faktor penyebab itu ada bermacam macam. Ada faktor penyebab jalan, ada faktor penyebab kendaraan, pengemudi atau manusianya," paparnya.

Menurut Refdi, analisa akan dilakukan menggunakan sistem traffic Accident Analysis (TAA).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved