Breaking News:

Kronologi Pak Eko Tak Bisa Masuk Rumah yang Dikepung Bangunan Tetangga, Petaka Dimulai Tahun 2016

Dalam unggahan percakapan WhatsApp tersebut, Pak Eko yang bernama asli Eko Purnomo ini mengungkapkan kronologi pengepungan rumahnya.

kolase Facebook @RikoPurnamaPurnama
rumah Pak Eko Purnama 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kronologi pengepungan rumah Pak Eko di Ujungberung ini pun diungkap lewat unggahannya di WhatsApp yang kemudian tersebar di media sosial Facebook dan Instagram.

Dalam WA tersebut, Pak Eko yang bernama asli Eko Purnomo ini mengungkapkan kronologi awal mula orangtuanya membangun rumah di tanah tersebut.

Rekapan WA ini diperoleh TribunnewsBogor.com dari akun Instagram @katakguna, yang sudah dikonfirmasi kebenarannya dari admin tersebut.

Melansir dari Instagram @katatakguna, Eko Purnomo ini menjelaskan bahwa ibunya membeli tanah sejak tahun 1982 di Kampung Sukagalih, RT/RW 05/06, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Tanah tersebut seluas 72 meter persegi.

Tanah yang dibeli ibu dari Pak Eko Purnomo ini ternyata dari makelar tanah yang juga menjabat sebagai ketua RW setempat.

Setelah tu, pada tahun 1998 tanah yang dibeli ibunda Pak Eko Purnomo ini dibuatkan sertifikat tanah dan juga akte tanah.

Kemudian, pada tahun 1999, rumah pun dibangun di atas tanah seluas 72 meter persegi tersebut.

Pak Eko Purnomo mengaku sebelumnya ia sempat tinggal bersama istrinya di rumah itu pada 2008 ketika masih ada akses jalan.

Akan tetapi, tahun 2016 muncullah petaka yang menjadi penyebab rumah Pak Eko Purnomo ini terkepung.

unggahan WA milik Eko Purnama
unggahan WA milik Eko Purnomo (Instagram @katatakguna)

Akses Jalan Rumah Pak Eko Tertutup Rumah Tetangga, Begini Tanggapan Wali Kota Bandung

Pada tahun 2016 tersebut, ada seseorang yang membeli tanah di depan dan di samping kiri rumah.

Saat itu di samping kanan dan belakang sudah berdiri rumah dari tetangga Pak Eko Purnomo.

Nmaun, pertemuan antara pihak yang ingin membeli rumah dengan RT/RW dan orang yang dituakan ini tak ada titik temunya.

Hingga kemudian, Pak Eko Purnomo pun menyanggupi untuk membeli untuk jalan seharga Rp 10 juta, tapi dengan syarat tanah yang dibeli si pembeli ini tidak harus membeli tanah yang akan dijadikan jalan.

Namun, si pembeli ini tak setuju.

Lantas, Pak Eko Purnomo pun dengan berat hati mempersilakan si pembeli ini membangun rumah.

"kedua pemilik rumah itu berbarengan membangun rumahnya," katanya seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Rumah Pak Eko
Rumah Pak Eko (Facebook)

Kenapa Pak Eko Purnomo ini mempersilakan?

Pasalnya, sertifikat tanah yang ia punya juga bermasalah.

Jalan yang tertera di sertifikat tanah, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos)nya itu ada yan memperjualbelikan oleh oknum tertentu.

Eko Purnomo pun sempat mendatangi oknum tersebut, tapi oknum tersebut mengelak.

Eko Purnomo pun dengan berat hati mempersilakan pasalnya tak cukup barang bukti.

kronologi
kronologi (Instagram @katatakguna)

Sering Marah-marah Pertanda Punya Hipertensi ? Begini Penjelasan Dokter

Sejak tahun 2016, rumah Pak Eko Purnama ini tak dihuni dan terbengkalai.

Namun, Pak Eko masih trerus berjuang mendapatkan keadilan.

Halaman
123
Penulis: Uyun
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved