Breaking News:

Kebakaran di Puncak

Anaknya Tewas Akibat Kebakaran di Puncak, Mumuh Susah Tidur Sejak Dua Hari Lalu

Mumuh mengatakan bahwa dirinya terakhir bertemu dengan buah hatinya itu dua hari sebelum kejadian.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Mumuh (kemeja kotak-kotak) ayah dari Rani, korban tewas kebakaran di Kampung Cibereum, Batulayang, Cisarua, Kabupaten Bogor pada Rabu (12/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Duka mendalam masih dirasakan oleh Mumuh, ayah dari Rani, korban tewas kebakaran di Kampung Cibeureum, Batulayang, Cisarua, Kabupaten Bogor pada Rabu (12/9/2018).

Rani, bocah berusia tiga tahun itu tewas bersama dua anak kecil lainnya, Lintang (3,5) dan Putri (2,5).

Mumuh mengatakan bahwa dirinya terakhir bertemu dengan buah hatinya itu dua hari sebelum kejadian.

"Iya saya kan sudah pisah dengan ibunya, Rani tinggal dengan neneknya dan ibunya, saya terakhir ketemu itu dua hari sebelum kejadian, waktu kejadian itu bukan di rumaj Rani tapi di rumah pamannya," katanya.

Tidak ada firasat apapun yang dirasakan Mumuh sebelum kejadian.

Namun selama dua hari setelah terakhir bertemu Rani ayah empat orang anak itu tidak bisa tidur.

"Firasat sih tidak ada, tapi setelah terakhir ketemu itu selama dua hari saya enggak bisa tidur, enggak tau kenapa kaya ada yang kepikiran gitu," ucapnya.

Mumuh mengatakan bahwa banyak kenangan yang Ia simpan dengan sang buah hatinya.

Terlebih diusianya yang menginjak empat tahhn Rani sedang lucu-lucunya.

"Banyak kenangan kalau ketemu dia bawel, mulai cerewet sekarang, kalau diajak jalan jalan juga lagi luci lucunya Rani " katanya

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved