Breaking News:

SBY Sebut Programnya Diganti Nama, Ferdinand: Ini Ciri Rezim yang Tak Menghormati Pendahulu

Ketua Umum Partai Demokrat, SBY menyebut pemerintah sekarang mengemas ulang dan mengganti nama program-program di era pemerintahannya.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapan terkait pernyataan Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut pemerintah sekarang mengemas ulang dan mengganti nama program-program di era pemerintahannya.

Dilansir TribunWow.com dari laman Twitter Ferdinand @LawanPoLitikJW, Selasa (18/9/2018), Ferdinand menuturkan pemerintahan sekarang tidak menghormati pendahulunya.

Pemimpin pemerintahan saat ini disebut Ferdinand minim prestasi sehingga melakukan klaim untuk pencitraan.

"Nama Program diganti, nama Bandara diganti, prasasti peresmian mau dibongkar.

Inilah ciri-ciri rejim yang tak menghormati pendahulunya dan rejim yang mana pemimpinnya minim prestasi hingga hrs melakukan klaim2 utk pencitraan," tulis Ferdinand dalam akun Twitternya.

Unggahan Ferdinand Hutahaean pada Twitter, Selasa (18/9/2018)
Unggahan Ferdinand Hutahaean pada Twitter, Selasa (18/9/2018) (Twitter @LawanPoLitikJW)

Diberitakan dari Tribunnews.com, Senin (17/9/2018), Ketua Umum Partai Demokrat, SBY menyebut pemerintah sekarang mengemas ulang dan mengganti nama program-program di era pemerintahannya.

"Dewasa ini kita mendengar program-program (di zaman SBY) diganti nama dan dikemas ulang, namun itu hak pemerintah sekarang, yang penting bagi Partai Demokrat negara tidak mengabaikan bantuan kepada masyarakat kecil,” ujar SBY dalam pidato politiknya di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.

SBY menyebut setidaknya ada sembilan program bantuan kepada masyarakat di era pemerintahannya.

Pertama adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Langsung Sementara (BLSM).

Kemudian pemberian beras miskin (raskin) sebagai bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pemerintahan pada era SBY membuat program Jaskesmas dan BPJS.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved