Stop Lakukan Kekerasan pada Anak Kecil ! Kalau Tidak, Akibat Buruk Ini Akan Terus Mengintai

Hal ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan oleh para psikolog sebab dapat berdampak pada kesehatan Si Kecil.

Stop Lakukan Kekerasan pada Anak Kecil ! Kalau Tidak, Akibat Buruk Ini Akan Terus Mengintai
istock
ilustrasi kekerasan pada anak kecil 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terkadang orang tua akan merasa 'gemas' dengan anak-anak saat mereka melakukan kesalahan.

Kita sebagai orang tua tidak bisa menahan diri untuk tidak 'menghukum' mereka dengan cara yang ringan sekalipun, misalnya menampar.

Hal ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan oleh para psikolog sebab dapat berdampak pada kesehatan Si Kecil.

Baru-baru ini, sebuah gerakan dari Association of Educational Psychologists (AEP) kepada Trades Union Congress (TUC) yang mendesak pemerintah untuk mengakui bahwa hukuman fisik dapat memiliki efek jangka panjang negatif pada perkembangan anak.

Sebenarnya, bagi beberapa psikolog berpendapat bahwa 'hukuman' memukul ringan masih diperbolehkan selama hukuman itu diberikan dengan alasan yang masuk akal.

Seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang Anak 2004 pasal 58.

Namun, para psikolog yang mendukung pernyataan larangan memukul anak, tidak peduli dengan itu.

Hukuman fisik menjadi ilegal di sekolah Inggris pada 1986, tetapi tetap legal di sekolah-sekolah swasta hingga 1998 di Inggris dan Wales.

Dan sama halnya dengan di Skotlandia pada 2000 dan Irlandia Utara pada 2003.

Link Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs China, di RCTI Kick Off pukul 18.30 WIB

Hasil Sidang Komdis Untuk Persib Bandung, Didenda Rp 110 Juta

John Drewicz, presiden AEP, akan berbicara hari ini (24/9/2018) di Konferensi TUC tahunan di Manchester.

Halaman
12
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved