Gempa di Donggala
Berduka Atas Anthonius Agung Penyelamat Ratusan Penumpang Pesawat, Sudjiwo Tedjo Sebut Utang Rasa
Sudjiwo Tedjo mengatakan ia berutang rasa pada Anthonius Agung Gunawan yang sudah bertaruh nyawa demi penumpang pesawat.
Penulis: Uyun | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kisah seorang Staf AirNav Indonesia Cabang Palu bernama Anthonius Agung Gunawan yang menjadi korban meninggal gempa Palu menjadi perhatian Sudjiwo Tedjo.
Budayawan asal Jember ini pun mengatakan ia berutang rasa pada Anthonius Agung Gunawan.
Sudjiwo Tedjo juga mengungkapkan bahwa sumber moral sesungguhnya sudah dibuktikan oleh almarhum Anthonius Gunawan.
Menurutnya, sumber moral yang sebenarnya itu adalah pada orang-orang yang bukan menjadi penceramah.
Sudjiwo Tedjo juga mengungkapkan bahwa kini di realita kehidupan, banyak penceramah yang membicarakan soal moral namun dalam kehidupannya belum tentu diterapkan.
Budayawan sekaligus penulis ini pun mengingatkan agar Masyarakat jangan terlalu menyanjung penceramah.
Penceramah yang dimaksud oleh Sudjiwo Tedjo ini ruang lingkupnya luas.
"#utangRasa buat Anthonius Gunawan Agung.
Penceramah yg dimana2 ngomong moral kyk aku blm tentu bisa seagung dia hidupnya.
Makanya jgn terlalu menyanjung penceramah kyk aku atau apa pun sebutannya.
Sumber moral yg sebenarnya justru pada org2 yg gak jadi penceramah kyk almarhum," tulis Sudjiwo Tedjo di akun Twitter pribadinya @sudjiwotedjo, Minggu (30/9/2018).

Unggahan Sudjiwo Tedjo ini pun banyak mendapat respon dan tanggapan dari netizen.
Terlihat dari retwet dan juga yang menyukai cuitan Sudjiwo Tedjo.
Banyak juga yang mengucapkan duka cita dan doa untuk almarhum Anthony Agung Gunawan.
• Dahnil Minta Jokowi Tetapkan Gempa di Palu Berstatus Nasional, Gus Nadir: Ntar Ada Teriak Anti Aseng
Dikutip dari Kompas.com, Agung, panggilan akrab Anthony Agung Gunawan ini meninggal dalam usai yang masih muda, yakni 22 tahun.
Agung ini meninggal saat bertugas di Tower Air Traffic Control (ATC) AirNav Indonesia di Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu.
Menurut pihak ATC AirNav, Agung ini mulai bekerja di ATC sejak awal tahun 2018.
Saat gempa terjadi, Anthonius tengah mengarahkan pesawat Batik Air ID 6231 terbang dari Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu menuju Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar.
"Sebelum gempa terjadi, Agung sedang melayani pesawat Batik Air ID 6231 yang akan terbang dari Palu menuju Makassar.
Dia telah memberikan clearance kepada Batik saat gempa terjadi," ujar Direktur AirNav Indonesia Novie Riyanto dalam keterangan resminya, Sabtu (29/9/2018).
"Dalam penerbangan ID 6231, Batik Air menerbangkan tujuh kru pesawat dan 148 penumpang," sebut Luthfie.
Ia tetap berada di tower Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie saat gempa terjadi meski rekan-rekannya telah turun dan berhamburan keluar.
Anthonius tetap berada di tower untuk mengarahkan penerbangan Batik Air ID 6231 agar bisa lepas landas di tengah-tengah guncangan gempa.
• Daftar Tempat Internet Gratis di Lokasi Bencana Daerah Palu dan Sekitarnya
Menurut Novie, Anthonius baru turun untuk menyelamatkan diri setelah ia melaksanakan tugasnya.
Sayang, ketika Anthonius turun, lantai 4 ambruk.
"Dia kemudian menunggu pesawat Batik hingga airborne. Setelah pesawat airborne, kondisi gempa sudah semakin kuat. Beliau akhirnya memutuskan melompat dari cabin tower di lantai 4. Akibatnya Agung mengalami patah kaki," jelas Novie.

Menara ATC di bandara Mutiara, Palu yang rusak akibat gempa bumi 7,7 SR pada Jumat (28/9/2018) petang.(Istimewa)
• Citra Satelit Titik-titik Gempa di Indonesia 1973-2013, Hampir Seluruh Wilayah Rawan
Setelah itu, personel AirNav lainnya di Palu membawa Agung ke rumah sakit.
Dari hasil rontgen, Agung dirujuk ke rumah sakit lebih besar karena terindikasi mengalami luka dalam.
Novie menambahkan, AirNav berupaya untuk mendatangkan helikopter dari Balikpapan.
"Namun sebelum helikopter tiba, Agung menghembuskan napas terakhirnya dan jenazahnya akan diterbangkan menuju Makassar untuk selanjutnya dimakamkan di Makassar sesuai dengan permintaan pihak keluarga," terang dia.
Sementara itu dilansir dari Kompas TV, jenazah Anthonius Gunawan Agung tiba di rumah duka di Makasar, pada Sabtu (29/9/2018) malam.
Unggahan Twitter @KompasTV mengabarkannya lewat sebuah video pada 30 September 2018.