Gempa di Donggala

Pengungsi di Palu Utara Mulai Kehabisan Air Bersih dan Makanan, 'Siapa Kuat Dia Dapat'

Ella menuturkan, situasi di seluruh wilayah Palu Utara, daerah pesisir pantai, kurang lebih 500 meter ke darat, terhempas tsunami.

Pengungsi di Palu Utara Mulai Kehabisan Air Bersih dan Makanan, 'Siapa Kuat Dia Dapat'
Kompas.com/ROSYID A AZHAR
Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengangkuti barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah-rumah mereka yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4. (KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pascagempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018), masyarakat di Palu Utara memilih tinggal di bukit atau dataran yang lebih tinggi.

Ella, salah satu relawan di Posko Relawan Informasi menuturkan bahwa saat ini kondisi para pengungsi mulai kehabisan persediaan air minum, makanan. dan pakaian.

"Namun sebagian kecil warga ada yang sudah berani kembali ke rumah dan memilih membuat tenda di jalan depan rumah, juga di lapangan," ujar Ella saat dihubungi Selasa (2/10/2018) dini hari.

Ella menuturkan, situasi di seluruh wilayah Palu Utara, daerah pesisir pantai, kurang lebih 500 meter ke darat, terhempas tsunami.

Bangunan rumah, sekolah, tempat ibadah hampir tak tersisa.

Semakin menipisnya persediaan air bersih dan makan membuat masyarakat mengambil barang di kawasan pergudangan yang dirusak oleh gempa dan diterjang tsunami, juga mengambil di beberapa minimarket.

Adapula pihak pemilik minimarket atau swalayan yang sukarela memberikan bantuan makanan dan minuman kepada warga.

"Sayangnya bantuan ini tidak terbagi pada warga yang memilih mengungsi di ketinggian yang jauh dari tempat pemberian bantuan tersebut. Di situasi itu, keadaan menjadi 'siapa kuat dia dapat'," tuturnya.

Sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02, korban jiwa dan kerusakan terus bertambah.

Hingga pukul 13.00 siang ini, tercatat, 844 orang meninggal dunia, 90 orang hilang, serta 632 luka berat dan dirawat di rumah sakit.

Selain itu, ada 48.025 jiwa mengungsi di 103 titik di Kota Palu. Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Donggala, datanya belum dapat disampaikan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengungsi di Palu Utara Mulai Kehabisan Air Bersih dan Makanan" 
Penulis : Kristian Erdianto
Editor : Sabrina Asril

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved