Gempa di Donggala

Polisi Kesulitan Tangani Bencana di Sulteng Karena Ketiadaan BBM

Selain itu, tanpa ada BBM, mobilisasi kendaraan untuk melakukan proses evakuasi dan penyaluran bencana juga terhambat.

Polisi Kesulitan Tangani Bencana di Sulteng Karena Ketiadaan BBM
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polri mengakui ketiadaan BBM di wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah menjadi salah satu kendala dalam menjalankan tugas.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto menyebutkan, hal itu mengganggu proses pengamanan di daerah tersebut.

"Terus terang keterbatasan BBM ini juga menghambat patroli-patroli kita," ujar Setyo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (2/10/2018).

Selain itu, tanpa ada BBM, mobilisasi kendaraan untuk melakukan proses evakuasi dan penyaluran bencana juga terhambat.

Misalnya, Polri sudah mengirimkan dua unit helikopter ke daerah terdampak.

Tanpa BBM yang memadai, helikopter dapat mencapai suatu tempat tetapi tidak kembali ke tempat asalnya.

"Kalau helikopter tidak perlu landasan, mendarat di 20x20 pun bisa," tuturnya.

"Masalahnya BBM-nya. Kalau helikopternya bisa ke sana, nanti BBM-nya belum siap, tidak bisa pulang," terang Setyo.

Selasa ini, kegiatan penanganan dapat menjadi maksimal. Begitu pula dengan aktivitas masyarakat yang diharapkan dapat mulai pulih.

"Alhamdullilah saya sudah dapat laporan, tadi pagi beberapa truk tangki sudah masuk Palu, dikawal oleh anggota, aman, mudah-mudahan segera masuk dempo, nanti bisa didistribusikan ke SPBU, dijual dan masyarakat bisa beraktivitas kembali, termasuk Polri," terang dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketiadaan BBM Sulitkan Polisi Tangani Bencana di Sulteng"
Penulis : Devina Halim
Editor : Krisiandi

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved