Gempa di Donggala

Sudirman Said Bandingkan Penanganan Gempa Era SBY dan Jokowi, Fadli Zon: Pemerintah Tahap Ini Lemah

Gempa dan tsunami yang menerjang Palu ini tak dinyatakan sebagai bencana nasional, padahal sudah lebih dari 800 tewas.

kolase Twitter/Istimewa
Sudirman Said, Jokowi dan Fadli Zon 

"Toko-toko tutup atau mungkin ada satu dua peristiwa, karena memang ada juga toko yang memberikan atau membantu saudara-saudaranya. Semuanya dalam proses membantu," kata Jokowi kepada wartawan setelah menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Senin (1/10/2018) pagi.

Menurut Jokowi, informasi yang diterima ada sebagian pemilik toko mempersilahkan masyarakat untuk mengambil produk yang dijual dan hal ini bentuk bantuan pemilik toko kepada saudaranya yang terkena musibah.

‎"Dalam keadaan darurat jangan masalahkan hal-hal yang kecil, yang sebetulnya tidak jadi masalah dasar," kata Jokowi seperti yang dikutip Tribunnews.

Jokowi juga mengatakan, makanan dan air masih dalam keadaan darurat karena toko-toko masih tutup lantaran aliran listrik mati.

Gempa Berkekuatan 6,3 SR Guncang Sumba Timur, Siswa SD Panik dan Menangis

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengklarifikasi berita yang menyebutkan bahwa pemerintah mengizinkan warga mengambil barang dari toko-toko pasca terjadinya gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Ketika penjarahan terjadi, Tjahjo mengaku sedang berada di sekitar area bandara.

Ia juga tidak memungkiri warga yang menjadi korban gempa saat ini banyak yang kelaparan sehingga ia meminta Pemda setempat untuk menafasilitasi pembelian makanan dan minuman di toko yang menjualnya.

Dalam rapat dengan Pemda setempat, dirinya meminta Gubernur Sulawesi Tengah agar secepatnya membantu masyarakat yang sedang butuh bantuan, terutama makanan dan minuman.

Pendaftaran CPNS 2018 Masih Dibuka, Begini Beda Foto untuk di Akun SSCN dan Daftar Instansi CPNS

Melihat cara penanganan pemerintah dalam menangani benvcana ini, mantan menteri Ekonomi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengomentari dengan menuliskan uitan menganai manajemen krisis.

Menurutnya, ada 5 prinsip dalam manajemen krisis.

Kelima manajemen krisi iu diantaranya lihat sosok pemimpin, menunjuk juru bicara tunggal, bersikap jujur jangan sembunyikan apapun, terbuka pada setiap masukan dan uluran tangan, serta berkoordinasi.

"Lima Prinsip Manajemen Krisis: 1) perjelas siapa yang memimpin, 2) tunjuk juru bicara tunggal, jangan bersahutan, 3) jujur, jangan sembunyikan apapun, 4) terbuka pada setiap masukan dan uluran tangan, 5) kordinasi adalah kerendahan hati," tulis Sudirman Said di akun Twitternya, Selasa (2/10/2018).

Sebelumnya, Sudirman Said pun memberikan perbedaan era SBY saat menangani bencana tsunami Aceh tahun 2004.

"Tahun 2004, ketika Tsunami Aceh-Nias terjadi, Presiden SBY menugaskan Menkokesra dan Panglima TNI memimpin operasi tanggap darurat.

Halaman
1234
Penulis: Uyun
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved