Gempa di Donggala

Update Jumlah Korban Meninggal Akibat Bencana di Sulteng Capai 2.010 Orang

Tercatat pula 671 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

Update Jumlah Korban Meninggal Akibat Bencana di Sulteng Capai 2.010 Orang
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, per 9 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, meningkat menjadi 2.010 korban.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.601 korban dari Kota Palu, 171 korban dari Donggala, Sigi 222 korban, Parigi Moutong 15 korban, dan Pasang Kayu Sulawesi Barat 1 orang.

"Kota Palu memang paling banyak, dan korban paling banyak ditemukan akibat terjangan tsunami," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018).

Jumlah itu, menurut Sutopo, masih bisa bertambah seiring dengan proses evakuasi korban yang masih terus berlanjut.

Seluruh korban tersebut, menurut data BNPB, sudah dimakamkan.

934 korban dimakamkan secara massal, sedangkan 1.076 korban dimakamkan oleh keluarga.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat ada 10.679 orang luka berat.

Tercatat pula 671 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

Selain itu, gempa bermagnitudo 7,4 SR yang terjadi Jumat (28/9/2018) tersebut juga mengakibatkan 82.775 mengungsi di sejumlah titik. 

Dilaporkan pula, 67.310 rumah dan 2.736 sekolah rusak. Ditambah lagi, terdapat 20 fasilitas kesehatan rusak berat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Meninggal Akibat Bencana di Sulteng Capai 2.010 Orang"
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Krisiandi

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved