Breaking News:

Laporkan Kasus Korupsi, Kini Warga Bisa Dapat Uang Hingga Rp 200 Juta, Ini Syarat dan Caranya

Bahkan warga bisa ediganjar hadiah berupa uang tunai hingga Rp 200 juta bila beperan aktif dalam mencegah kejahatan korupsi.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mahasiswa gabungan dari berbagai perguruan tinggi melakukan demonstrasi di depan kantor KPK, Jakarta, Kamis (9/3/2017). Pada aksinya, demonstran mendukung KPK mengusut tuntas kasus korupsi proyek KTP elekronik dan menolak rencana revisi UU KPK yang dilakukan DPR. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah terus mempersepit ruang gerak para penjahat kerah putih untuk melakukan korupsi.

Kini, masyarakat bisa berperan aktih dalam memberantas kasus korupsi.

Bahkan warga bisa ediganjar hadiah berupa uang tunai hingga Rp 200 juta bila beperan aktif dalam memberantas kejahatan korupsi.

Melalui akun Instagram resminya, Presiden RI Jokowi mengumumkan terkait peran warga dalam memberantas korupsi.

Sebelumnya, Jokowi menjelaskan kalau korupsi merupakan tindakan kejahatan yang luar biasa.

Untuk itu, pemberantasannya pun harus dilakukan dengan cara yang luar biasa.

Ia juga mengajak kepada warga untuk ikut berperan aktif dalam melakukan pemberantasan korupsi.

"Korupsi itu tindak kejahatan yang luar biasa. Pemberantasannya juga harus dengan cara-cara yang luar biasa, tidak hanya oleh aparat penegak hukum tapi kita ingin ada partisipasi masyarakat.

Caranya bagaimana? Saya telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada 17 September 2018 lalu.

Isinya, antara lain, masyarakat yang memiliki informasi mengenai adanya dugaan tindak pidana korupsi dapat menginformasikannya kepada pejabat berwenang atau penegak hukum. Peran serta masyarakat itu nantinya akan diganjar penghargaan berupa premi dengan besaran dua permil dari jumlah kerugian negara dengan nilai maksimal hingga Rp200 juta.

Halaman
123
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved