Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Terkait Mudah Dibohongi Atau Gampang Percaya?

Menurut psikolog yang akrab disapa Romi itu, cognitive miser bukanlah sifat dasar yang dimiliki manusia, namun lebih kepada kebiasaan sehari-hari.

Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Terkait Mudah Dibohongi Atau Gampang Percaya?
Rangga Gani/Grid.ID
Ratna Sarumpaet setelah resmi jadi tahanan Polda Metro Jaya, Jumat (6/10/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dalam pemberitaan sebelumnya yang berjudul, "Kasus Ratna Sarumpaet, Kenapa Orang Pintar Tetap Rentan Dibohongi?", di dalamnya sedikit disinggung manusia pada dasarnya adalah cognitive miser.

Ini merupakan istilah yang merujuk pada sifat manusia di mana cenderung menyukai jalan pintas kognitif dalam menyimpulkan informasi, dan sebaliknya menghindari situasi yang menuntut pemikiran mendalam, analitis, dan reflektif.

Lebih dalam lagi, psikolog Rose Mini menerangkan bahwa cognitive miser dimiliki oleh orang yang cepat mengambil tindakan setelah mendapatkan sebuah informasi tanpa melakukan pengecekan kembali.

Kecenderungan untuk menelan bulat-bulat sebuah informasi ini dapat dilakukan oleh siapa saja.

Akan tetapi, intelektual juga berperan saat seseorang melakukan cognite miser atau tidak.

Menurut psikolog yang akrab disapa Romi itu, cognitive miser bukanlah sifat dasar yang dimiliki manusia, namun lebih kepada kebiasaan sehari-hari.

Sempat Terjebak dalam Kebohongan Ratna Sarumpaet, Mahfud MD: Mau Nengok Meski Dia Musuh Politik Saya

"Kalau ada informasi langsung ingin menanggapi atau memberikan solusi, padahal apa yang dipikirkan atau informasinya belum tentu benar," ujar dosen psikologi di Universitas Indonesia kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2018).

Cognitive miser utamanya muncul ketika informasi atau suatu kabar datang dari wadah yang bisa dipercaya atau seseorang yang memiliki kharisma dan potensi untuk berbicara di publik.

Sebagai contoh, saat ini banyak artis yang diminta untuk memasarkan dan ikut membantu penjualan suatu produk lewat endorsement.

"Ini karena dia (public figure) dipercaya dan (orang lain) tidak memikirkan lagi apa yang dibicarakan itu," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved