Bocah Tewas Disiksa
Bocah Tewas Disiksa Pacar Ibunya, Pelaku Mengaku Ingin Mendidik Dengan Keras
Gian Navarra Gunawan alias Dion (28) menyiksa anak kekasihnya diduga karena ingin menerapkan didikan keras.
Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Gian Navarra Gunawan alias Dion (28) menyiksa anak kekasihnya diduga karena ingin menerapkan didikan keras.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Agah Sonjaya menjelaskan pelaku menyiksa B (2) agar ia tidak menjadi anak yang manja.
"Ketika ditangkap, pelaku mengaku kalau ia dididik keras oleh orangtuanya sejak kecil. Hal itu juga yang ia lakukan ke korban agar ia tidak rewel dan menjadi kuat ke depan nanti," katanya, di Polresta Bogor Kota, Selasa (16/10/2018).
Ia menambahkan, pengakuan tersangka ini masih didalami karena pelaku baru ditangkap, pagi tadi, Selasa (16/10/2018) sekira pukul 03.00 WIB di daerah Bekasi.
Sementara ibu korban, DS juga akan diperiksa terlebih dahulu.
"Ibu korban masih akan dimintai keterangan apakah ia ikut terlibat atau tidak. Kasus ini masih didalami," jelasnya.
Ulung mengungkapkan, anak yang tewas karena dianiaya itu adalah anak kandung dari sang ibu.
Sementara pelaku, merupakan pacar sang ibu.
"Statusnya si ibu ini janda. Jadi mereka itu tinggal serumah di kos-kosan, tepatnya di RT 4 RW 5, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor," jelasnya.
B yang tewas karena dianiaya ini mengalami banyak luka lebam di tubuhnya.
Tak hanya itu, ada luka di ususnya ketika diperiksa dokter.
Lanjut Agah, dari hasil pemeriksaan dokter ketika sang ibu membawa B ke rumah sakit, ditemukan banyak luka lebam dan gumpalan darah di perutnya.
"Ada gumpalan darah, tapi belum tau karena apa. Hasil visum belum keluar. Dugaan sementara, ususnya terluka atau terbakar," imbuh Agah.
Sambung Ulung, korban disiksa pada Minggu lalu (14/10/2018) dari pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB pagi.
Siksaan ini dilakukan dari September 2018 lalu ketika tersangka pulang ke kosan.
Selain mencubit, menjewer, memukul perut dan dada B, ketika sang anak menangis, pelaku memasukkan paksa cabai ke mulut korban agar diam.
Ibu B langsung membawa anaknya ke Rumah Sakit Azra, B meninggal dunia.
Pelaku pun masih diperiksa, apakah ada kelainan jiwa atau tidak.
"Ketika melakukan penyiksaan, pelaku dalam keadaan sadar, atau tidak dalam pengaruh alkohol atau narkoba," pungkas Ulung.
Dari kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu seprei kuning motif bunga, satu sarung bantal, satu bantal bercak darah, satu gayung, satu handuk, satu pempers, pakaian korban, dan satu bantal kuning.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pelaku-kekerasan_20181016_162530.jpg)