Gempa di Donggala

Kabar Terbaru Gempa Sulteng, 2.256 Tewas Hingga Sahabat Komentari Tangisan Pasha Ungu: Itu Bukan Dia

Korban tercatat berasal dari Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang

Kabar Terbaru Gempa Sulteng, 2.256 Tewas Hingga Sahabat Komentari Tangisan Pasha Ungu: Itu Bukan Dia
Instagram @adeliapasha/Youtube
Adelia Pasha dan Pasha Ungu menangis 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemerintah masih berupaa melakukan pemulihan dilokasi gemmpa yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sudah tiga pekan berlalu insiden Gempa dan Tsunami di Sulteng.

Ribuan warga meninggal dunia, luka-luka, dan bahkan ada yang masih menghilang hinggga belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Berdasdarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.256 orang meninggal dunia dampak bencana di Sulawesi Tengah hingga Minggu (21/10/2018) pukul 13.00 WIB.

Korban tercatat berasal dari Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Donggala 171 orang, Sigi 366 orang, Parigi Moutong 15 orang dan Pasangkayu 1 orang.

"Semua korban sudah dimakamkan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada wartawan, Minggu (21/10/2018).

Ia melanjutkan, sebanyak 1.309 orang dinyatakan masih hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

Menurutnya, banyak bangunan dan infrastruktur yang hancur usai diterjang gempa dan tsunami pada Jumat (28/10/2018) lalu.

Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.
Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. ((KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO))

Kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya.

"Data tersebut adalah data sementara, yang akan bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved