Menyikapi Gadget di Tangan Anak, Perlukah Orang Tua Melarang ?

Dikatakan Ajeng, orang tua yang merasa takut terhadap teknologi karena mereka tidak siap menerima perubahan.

Penulis: Afdhalul Ikhsan | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Psikolog Anak Remaja dan Keluarga, Ajeng Raviando 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Psikolog Anak Remaja dan Keluarga, Ajeng Raviando menegaskan teknologi bisa memberi dampak yang positif bagi pengetahuan dan perkembangan menghadapi perubahan.

Asalkan teknologi itu berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan pengetahuan orang tua yang harus terus belajar menyesuaikan zaman.

"Teknologi justru akan membantu mempelajari pengetahuan karena penggunaan yang baik dan tentu saja sebagai orang tua juga harus menyiapkan dirinya menghadapi era digital yang semuanya bisa dilakukan dengan sekali sentuhan," katanya kepada TribunnewsBogor.com saat ditemui usai peresmian sekolah baru Sampoerna Academy yang berlokasi di Sentul Alaya, Sentul City, Kabupaten Bogor, Kamis (25/10/2018).

Dikatakan Ajeng, orang tua yang merasa takut terhadap teknologi karena mereka tidak siap menerima perubahan.

Maka dari itu perlu adanya kesadaran bagi orang tua untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Zaman sudah berbeda tentunya generasi alpha langsung berhadapan dengan era yang telah terdigitalisasi. Maka jangan lupa juga orang tua harus menyesuaikan diri agar bisa memonitoring anak dan memberi aturan tertentu dengan bijak. Tentu saja kalau orang tua hanya fokus terhadap gadget maka akan ada juga kehilangan tumbuh kembangnya anak, kalau dari awal diberikan tanpa diajarkan penggunaannya akhirnya mereka juga akan merasakan dampak yang negatif ya pasti orang tuanya yang salah," terangnya.

Sebetulnya kata Ajeng, ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan teknologi sangat membantu untuk menjadi media pembelajaran bagi generasi alpha.

"Penggunaan teknologi jika digunakan anak-anak tentunya akan bisa belajar dengan baik misalnya mengenai warna suara atau yang terkait dengan visual itu sangat menarik kalau mereka menggunakannya. Apalagi itu sangat membantu anak-anak di kota untuk jadi media pembelajaran jadi sebetulnya tidak perlu khawatir berlebihan,"

Menurutnya, ada batas-batas tertentu yang perlu diketahui oleh orang tua.

"Batasan tertentu dan tahap umur yang sudah cukup siap yaitu paling cepat umur tiga tahun silahkan tapi ada batasannya juga, kalau idealnya lima tahun," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved