Budiman Sudjatmiko Sindir Fadli Zon - Fahri Hamzah, Rocky Gerung Dinilai Kelelahan Berpikir
Budiman Sudjatmiko menyindir gaya berdebat politisi kubu Prabowo, Fadli Zon, Fahri Hamzah hingga Rocky Gerung yang dianggap kecapaean
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Sindiran Budiman Sudjatmiko soal gaya debat politikus di kubu Prabowo, Rocky Gerung Dinilai Kecapaean
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Politisi PDI-P Budiman Sudjatmiko menilai gaya berdebat dari Rocky Gerung hanya permainan kata-kata tanpa pernah masuk pada substansinya.
Tak hanya Rocky Gerung, Budiman Sudjatmiko juga menyindir gaya berdebat dari Fadli Zon dan Fahri Hamzah.
Budiman Sudjatmiko bicara demikian ketika diminta pendapat soal kontastisasi di kalangan kedua kubu capres sudah masuk ke hal yang diinginkan dalam satu bulan terakhir ini.
Budiman Sudjatmiko menjawabnya ketika menjadi narasumber di acara Layar Pemilu Tepercaya di CNN belum lama ini.
"Saya tidak mau membatasi pada satu bulan terakhir, itu formalitas saja.
Kita tahu yang bertarung itu pak Prabowo dan Pak Jokowi
Bukan soal BIN mendukung PDI-P seperti yang dituduhkan Bung Rocky.
Tidak usah jadi jenius, jadi cerdas untuk mengatakan bahwa pertarungan antara Pak Prabowo dan Jokowi
Persoalannya kan bukan siapa yang bertarung, dengan cara pa dia bertarung," jelas Budiman Sudjatmiko.
Budiman Sudjatmiko lantas membandingkan masa kampanye Pilpres 2019 dengan kontestasi di tahun 2014 silam.
Di mana Budiman Sudjatmiko juga menjadi juru debat di kubu Jokowi-Jusuf Kalla.
"Persoalanya satu bulan terakhir, saya membandingkan saja deh, tahun 2014 lalu saya juga jadi juru debat dari pak Jokowi, di kubu sana saya menghadapi orang sekelas Prof Didik Rachbini, orang Tantowi Yahya orang yang ketika berdebat itu memaksa saya untuk berpikir.
hari ini maaf saja, saya belum banyak dipacu untuk berpikri, kecuali untuk memanage retrorika saja,
saya melakukan itu untuk melawan Bung Rocky.
karena Rocky bermain dengan kata-kata, bukan dengan fakta," kata Budiman Sudjatmiko.
• Sontoloyo Jokowi Dibandingkan dengan Soekarno, Rocky Gerung: Dia Butuh 10 Pemuda
Rocky Gerung lantas menimpali dengan menjelaskan pertarungan dalam politik merupakan urusan memilah kata-kata.
Rocky Gerung mengambil contoh pada kata intrik seperti yang dipakai pada tema acara CNN.
"saya tahu jalan pikiran Budiman, karena politik Indonesia belum berubah dari politik tahun 70an, jadi ngumbar sensasi saja, kalau politiknya sensasi ngapain kita masuk pada substansi gitu
itu makanya bertemulah dengan kedunguan publik dan kebodohan elite tuh," jelas Rocky Gerung.
Rocky Gerung juga menyinggu soal politikus sontoloyo yang diucap oleh Presiden Jokowi.
Menurut Rocky Gerung kata sontoloyo terucap akibat kinerja tim Jokowi yang tak mampu masuk ke dalam substansi.
• Rocky Gerung Tak Jawab Tantangan Debat, Budiman Sudjatmiko : Saya Terpaksa Turun ke Comberan
"tadi pak Jokowi soal sontoloyo, memperlihatkan ada tim yang yang tidak mampu mengeluarkan substansi sampailah keluar sensasi
lain misalnya yang keluar itu kritik terarah dalam upaya untuk menghasilkan kosakata baru
tapi yang dipilih sontoloyo lalu dia dibully kan sekarang," tambah Rocky Gerung.
Dengan begitu, lanjut Rocky Gerung, dirinya lebih memilih untuk tidak masuk ke dalam substansi saat melakukan debat.
"artinya politik kita tidak mampu masuk dalam substantif, makanya saya pakai kata-kata yang anda sebut tadi
Budiman jangan tegur saya, tegur Presiden anda kenapa pakai kata sontoloyo," kata Rocky Gerung.
Budiman Sudjatmiko lantas 'menantang' Rocky Gerung untuk mengeluarkan kritik.
• Ditantang Debat Oleh Budiman Sudjatmiko, Rocky Gerung-Fahri Hamzah Kenapa Tak Respon ?
Karena menurut Budiman Sudjatmiko, Rocky Gerung selama ini hanya mengumbar kata-kata dalam berdebat.
"artinya bandingkan retrorikanya dengan Rocky tidak pernah main di subtasnsi
saya ingin dengar Rocky kritik dana kelurahan," kata Budiman Sudjatmiko.
Menyela pembicaraan Budiman Sudjatmiko, Rocky Gerung lantas menyanggupi tantangan tersebut.
Menurut Budiman Sudjatmiko, kritik dana kelurahan yang akan diberi Rocky Gerung merupakan hasil pancingan.
"saya pancing, kalau begitu
dalam politik ada namanya logika, emosi, duanya ada tapi saya tidak pakai emosi yah
ada yang lain Fadli, Fahri dan beberapa orang yang saya kenal punya kapasitas bisa menggunakan otaknya lebih rasional, tapi mereka simpan itu entah untuk apa
Rocky menurut saya sudah kecapaean berpikir karena sibuk menjadi penghujat," kata Budiman Sudjatmiko.
Lihat video selengkapnya di bawah ini :