Breaking News:

Belajar Parenting Era Digital, Himaiko IPB Hadirkan Artis Mona Ratuliu

Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (Himaiko) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menggelar Fantasy.

Humas IPB
Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (Himaiko) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menggelar Family and Consumer Science National Competition and Symposium (Fant 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Himpunan Mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen (Himaiko) Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menggelar Family and Consumer Science National Competition and Symposium (Fantasy).  

Rangkaian kegiatan lomba essay dan karya tulis ilmiah di bidang keluarga ini digelar selama dua hari di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Dengan mengangkat tema "Smart Era-Smart Family, Adaptasi Keluarga Zaman Now untuk Keluarga yang Lebih Baik"seminar puncak Fantasy menghadirkan Mona Ratuliu dan Indra Brasco (Penulis buku “ParenThink”), Prof. Euis Sunarti Guru Besar Ketahanan Keluarga, Fakultas Ekologi Manusia IPB serta Sudaryatmo, SH Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

Seminar ini dihadiri oleh sekira 120 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Alfiasari, S.P, M.Si Sekretaris Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mempelajari keilmuan terkait keluarga.

"Mengingat pentingnya keilmuan ini, maka di era digital ini tidak hanya cukup belajar dalam ranah formal saja, namun juga kita dituntut untuk mengikuti kegiatan lainnya yang akan memberikan wawasan dan pengetahuan luas seperti Fantasy ini," katanya.

Menurutnya dengan perkembangan teknologi semakin pesat di era Revolusi Industri 4.0, apakah masyarakat sudah siap untuk menghadapi perubahan-perubahan ini?

"Kita semua harus mampu beradaptasi. Teknologi juga hadir dengan manfaatnya. Yakni dengan mendekatkan hubungan antar anggota keluarga semisal anak sedang menempuh kuliah di luar negeri, suami sedang dinas ke luar kota, namun hubungan keluarga tetap harmonis karena selalu berkomunikasi via video call. Kehangatan dalam keluarga tetap dapat diciptakan karena adanya teknologi," ujar Prof Euis yang juga pendiri Penggiat Keluarga Indonesia (Giga) ini.

Dalam bidang konsumen, Sudaryatmo memaparkan fakta rendahnya Indeks Pemberdayaan Konsumen Indonesia pada tahun 2015. Yaitu hanya sekira 34,17 persen pada level paham.

Perilaku pengaduan konsumen Indonesia juga sangat rendah yaitu hanya sekitar 4,1 persen dibandingkan dengan Korea Selatan yang telah mencapai 64 persen. 

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved