Breaking News:

Gara-gara Tanah, Pemkab Bogor Digugat Warganya Di Pengadilan Negeri Cibinong

Cecep mengaku mendapat informasi bahwa lahan tanah itu ternyata telah dijual oleh orang lain sebelum dijadikan lahan sekolah.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pengadilan Negeri (PN) Cibinong 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor digugat oleh salah satu satu warganya di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong terkait kepemilikan tanah di Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Pihak penggugat bernama Cecep Sanusi mengaku bahwa ia memiliki tanah seluas 25.045 meter persegi di Kampung Leuwimekar, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Lahan tersebut ia dapat sebagai pengalihan hak milik dihadapan notaris dari pemilik sebelumnya bernama Kamsi disertai sertifikat tanah yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

"Setelah itu, saya mengecek ke lokasi tanah. Ternyata sudah berdiri gedung SMK Negeri 1 Leuwiliang," kata Cecep di PN Cibinong, Rabu (31/10/2018).

Cecep mengaku mendapat informasi bahwa lahan tanah itu ternyata telah dijual oleh orang lain sebelum dijadikan lahan sekolah.

Ia juga mengaku bahwa dirinya sudah 2 kali melayangkan surat konfirmasi ke pihak Pemkab Bogor namun tak kunjung mendapat kejelasan.

"Karena tidak ada kejelasannya, maka kami ajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Cibinong," kata Cecep.

Ia mengatakan bahwa proses persidangan sendiri sampai hari ini, Rabu (31/10/2018) sudah menginjak kedelepan kalinya.

Lanjut dia, yakni persidangan dengan agenda pembacaan keterangan saksi dari pihak Pemkab Bogor.

"Tadi saksi yang bersangkutan tidak bisa hadir ke persidangan. Jadi, persidangan hari ini ditunda dulu sampai minggu depan," katanya.

Kepala Kantor Cabang (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Asep Sudasono membenarkan adanya perkara ini namun ia mengaku tak bisa berbicara detil karena perkara tersebut sudah ada yang menanganinya.

"Yang Leuwiliang itu sudah alih kelola penyerahan 2016, tapi ada yang ngaku (pemilik lahan). Maka kita serahkan kepada yang berhak mengurusnya. Yang menangani sekarang Biro Hukum Pemda Bogor," ungkap Asep.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved