Terbukti Aniaya Mantan Pacar dan Tolak Kesepakatan Damai, Saddil Ramdani Terancam Dipenjara 8 Tahun

Pemain Persela Lamongan dan Timnas Indonesia, Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka usai terbukti lakukan penganiayaan pada seorang wanita

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
kolase Kompas.com/Tribunnews
Saddil Ramdani 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemain sayap Persela Lamongan dan Timnas Indonesia, Saddil Ramdani (19), akhirnya ditetap sebagai tersangka oleh penyidik Polres Lamongan atas tindak pidana kekerasan pada mantan pacar.

Semula, korban ASR (19), asal Desa Mlaras Kecamatan Sumobito Jombang pada Kamis (1/11/2018) pagi usai kejadian sudah bisa diajak damai oleh Saddil Ramdani.

Bahkan kesepakatan damai itu sudah berjalan sehari hingga sore hari. Namun kesepakatan damai itu batal setelah ibu korban tiba di Polres Lamongan mengajukan sejumlah persyaratan.

Ternyata Saddil Ramdani keberatan dengan persyaratan yang diminta orang tua korban, termasuk diantaranya tersangka harus menikahi putrinya, ASR.

Hingga larut dini hari, pukul 00.00 WIB, proses berjalan alot dan memudarkan perdamaian yang sebelumnya disepakati antara Saddil Ramdani dan ASR.

"Lho, pagi itu sudah mau damai, begitu malam hari orang tua (ibu) korban datang, minta perkaranya dilanjutkan," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat pada TribunJatim, Jumat (2/11/2018).

Upaya perdamaian semalam diakui Norman berjalan alot hingga larut dini hari. Saddil tidak bersedia menikahi korban sesuai syarat yang diajukan ibu korban.

Ibu korban juga tetap pada pendiriannya, perkara minta dilanjutkan jika pelaku tidak sanggup dengan syarat yang diajukan keluarga korban.

Diduga Aniaya Wanita Hingga Luka Sekujur Tubuh, Saddil Ramdani Terancam Dicoret dari Piala AFF 2018

Usai Kalah dari Palestina, Saddil Ramdani Pilih Fokus Agar Timnas U-23 Indonesia Lolos Grup A

Sementara itu, Saddil Ramdani dikonfirmasi usai menjalani pemeriksaan, Jumat (2/11/2018) mengakau apa yang telah dilakukan terhadap mantan pacarnya itu.

"Kemarin itu tidak ada apa-apa, hanya saya dibikin ribut di asrama Persela," kata pemain asal Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari ini.

Keributan yang terjadi itu menurut Saddil kemungkinan karena dirinya kurang fokus dan kecapekan, sehingga membuat keresahan di masyarakat.

Saddil Ramdani
Saddil Ramdani (TRIBUNJATIM/HANIF MANSHURI)

Apa yang terjadi itu, katanya, adalah spontanitas. Sebenarnya kemarin sudah ada perdamaian, namun ada yang tidak sesuai, hingga perkaranya berlanjut.

"Saya akan mengikuti proses hukum ini dengan baik, dan saya akan ikuti apapun itu," tandas Pemain Timnas Indonesia ini. 

Ditanya luka di wajah korban, Saddil Ramdani mengaku itu terkena cakarannya hingga berdarah.

"Mungkin tergores dan keluar darah, dan tidak sampai terjadi apa-apa," katanya.

Kejadian yang dialaminya ini, bagi Saddil akan menjadi pelajaran berharga buatnya dan sejatinya ia tidak ingin kasus ini terjadi.

Meski begitu, ia memastikan untuk kali kedua siap menjalani semuanya.

Sudah beritikad baik meminta maaf, sudah memanggil keluarga korban. Tapi keluarga menolak damai.

"Saya laki-laki ikhlas akan menghadapi semua ini dan memohon maaf," kata Saddil.

Dady Si Bocah NTT Tirukan Komentator MotoGP, Akan Saksikan Langsung Aksi Rossi di MotoGP Malaysia

Diakui ia memang sebelumnya pacaran dengan korban, namun sudah enam bulan putus dan tidak pernah kontak lagi. Tiba-tiba datang menemuinya dan terjadilah keributan itu.

Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat memastikan proses akan dilakukan sesuai prosedur.

Karena ada korban, ada pelapor dan terlapor. Tinggal dicukupkan alat buktinya dan akan dilakukan gelar perkara.

"Indikasinya dan perbuatan pidananya ada. Tinggal pasalnya yang diterapkan pada saat gelar perkara nanti, apakah pasal 351 ayat (1) dan pasal 352 ayat (2)," kata Norman.

Pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani menangis haru usai mengalahkan Kamboja dalam pertandingan lanjutan sepak bola Grup B SEA Games 2017 di Stadium Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8/2017). Indonesia melaju ke babak semi final untuk menantang tuan rumah Malaysia setelah membobol Kamboja 2 gol tanpa balas. Super Ball/Feri Setiawan
Pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani menangis haru usai mengalahkan Kamboja dalam pertandingan lanjutan sepak bola Grup B SEA Games 2017 di Stadium Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8/2017). Indonesia melaju ke babak semi final untuk menantang tuan rumah Malaysia setelah membobol Kamboja 2 gol tanpa balas. Super Ball/Feri Setiawan (Super Ball/Feri Setiawan)

Kalau pasal 351 ancaman hukumannya 2, 8 tahun, kalau pasal 352 ancaman kurungannya 9 bulan.

Selain Maia Estianty, 5 Artis Ini Pilih Menikah Diam-diam, Ada Daniel Mananta Hingga Asmirandah

Selesai pemeriksaan, hari ini Saddil kemungkinan besar akan ditahan. Tapi yang bersangkutan kata Norman bisa mengajukan penangguhan penahanan.

"Tapi hasil pemegiksaan. Nanti tetap kita tahan," ungkap Norman.

Diberitakan sebelumnya, Saddil Ramdani jadi pembicaraan masyarakat setelah diduga menganiaya wajah wanita berjilbab, perempuan cantik bernama Anugrah Sekar Rukmi (19) asal Desa Mlaras Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang Jawa Timur kenalannya.

Bogem Saddil mengakibatkan luka di pipi kinan bawah mata, Rabu (31/10/2018) pukul 19.30 WIB di belakang mes Persela Lamongan Gang Magersari Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Lamongan Kota. (Hanif Manshuri)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Aniaya Cewek asal Jombang, Pemain Persela dan Timnas Saddil Ramdani Jadi Tersangka dan Ditahan
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Mujib Anwar

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved