Anis Baswedan Ultimatum Calon Wakil Gubernur yang Bakal Dampinginya: Jangan Bawa Peta Sendiri

Gubernur Anies Baswedan sudah memberikan ultimatum kepada Calon Gubernur yang bakal mendampinginya dalam menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta

Penulis: Damanhuri | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Sari Pan Pacific, Senin (12/3/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) 

Agung Yulianto mengaku nothing to lose terkait pencalonannya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno.

Pengusaha itu mengatakan tak masalah jika akhirnya dia tak terpilih.

"Intinya begini, kalau bagi saya yang penting ini adalah PKS yang menjadi wagub. Soal saya atau Pak Syaikhu, no problem sama sekali," kata Agung Yulianto ketika dihubungi wartawan, Selasa (6/11/2018).

Sikapi Polemik Kursi Wagub DKI Jakarta, Gerindra Minta PKS Tak Emosional

Sebab menurutnya, yang terpenting wakil gubernur DKI Jakarta berasal dari PKS sesuai janji Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Jadi itu yang paling penting karena itu komitmen dari Pak Prabowo Subianto tentang ke-waguban ini. Jadi buat saya enggak masalah. Saya nothing to lose banget bahkan siap mendukung Pak Syaikhu kalau dia dianggap lebih pas," ujar Agung Yulianto.

Agung mengaku namanya dan Ahmad Syaikhu sudah ditetapkan lewat surat dari DPP dan DPW DKI PKS.

Ia mengaku tak punya persiapan khusus menghadapi uji kepatutan dan kelayakan.

"Iya mengalir saja saya. Kalau diputuskan kan siap untuk diberi amanah, kalau enggak dibutuhkan enggak apa-apa, enjoy saja," kata Agung.

Jika terpilih, Agung siap menjalankan visi dan misi Gubernur Anies Baswedan. Ia mengaku sudah memahami visi dan misi Anies-Sandi sebab dulu masuk sebagai tim pemenangan pada pilkada DKI 2017.

"Kalau sudah ditunjuk tentu harus siapkan batin, siap kembangkan chemistry, sinergi, kecocokan dengan gubernur. Wagub itu kan support kepada gubernur. Siap kerja keras dengan menjaga integritas, sudah. Kalau bagi kader PKS itu penunjukan sudah biasa," ujar Agung.

TERPOPULER- Habib Rizieq Tuding Ada Upaya Ada Balas Dendam Usai Ahok Kalah Pilkada DKI, Ini Kata BIN

Pencarian Korban Lion Air JT610 Dihentikan, Ini Daftar Nama Korban yang Berhasil Diidentifikasi

Adapun Syaikhu, mengaku tengah mempelajari permasalahan-permasalahan yang dihadapi Provinsi DKI Jakarta. Dia melakukan hal itu untuk mempersiapkan diri menjelang uji kepatutan dan kelayakan.

"Sangat penting bagi seorang pemimpin untuk mengenal daerahnya. Ketika dia tidak mengenal daerah dengan baik, permasalahan dengan baik, tentu dia sulit juga berbuat secara optimal. Ini yang sedang saya coba pelajari," kata Syaikhu saat dihubungi, kemarin.

Ia menyatakan belum mengetahui seperti apa uji kepatutan dan kelayakan yang akan digelar untuk menentukan dua kandidat wagub DKI itu.

Mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu masih menunggu undangan untuk mengikuti seleksi tersebut. "Saya masih menunggu, belum ada undangan untuk fit and proper test," kata dia.

Syaikhu mengaku tidak mempermasalahkan uji itu. Dia akan mengikuti seluruh mekanisme yang ditentukan DPW PKS DKI Jakarta dan DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.

"Saya ikut saja dengan aturan main yang disepakati," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved