Breaking News:

Polemik Habib Rizieq

Habib Rizieq Shihab Sebut Bohong Ditahan Hanya Menginap, Yunarto Wijaya: Pelajaran Logika Dasar

Yunarto Wijaya menyinggung pernyataan Habib Rizieq Shihab yang diberitakan ditahan oleh pihak keamanan Arab Saudi

kolase Kompas.com/Kompas.TV
Habib Rizieq Shihab dan Yunarto Wijaya 

Nah pada saat saya menunggu proses daripada proses keadministrasian, kepolisian menyatakan saya sebagai korban, jadi saya bukan sebagai pelaku kejahatan, saya sebagai korban, bahkan polisi memahami betul ada pihak-pihak yang sampai saat ini masih dicari ingin memfitnah saya terkait dengan organisasi ISIS, terkait dengan tindak terorisme, dan lain sebagainya untuk membuat saya menjadi bersamasalh di Saudi Arabia.

Tapi alhamdulilah pihak keamana Saudi Arabia ini mereka cukup cermat, cukup teliti, cukup cerdas, cukup santun dan koopertif dan mereka jeli menggeli keterangan dan memutuskan saya sebagai korban. dan kemudian saya dipersilahkan kembali.

Saat saya ingin kembali tentu ada adminisitarsi yang harus diselesaikan dulu, tandatangan, cap jempol, identitas dan sebagainya , saat itu kafilah saya datang didampingi oleh utusan dari pak Konjen yaitu kepala konsulat jenderal Republik Indonesia di Jeddah. Jadi ada satu orang yang diutus oleh pak konjen untuk pendampingan kekonsuleran. Tapi memang saat itu masalah sudah selesai. Saya hanya tinggal pulang. Nah kemudian saya pulang, utusan dari konjen pun ikut ke rumah saya dan bercerita apa apa yang saya diminta keterangan dan saya berikan keterangan itu pada pihak konsulat.

Singkat cerita besoknya saya kembali dipanggil oleh pihak kepolisian, semula saya berpikir panggilan ini mungkin ada pertanyaan-pertanyaan tambahan, ada pemeriksaan lanjutan. Saya kembali besok siangnya ke kantor kepolisian dan dan didampingi oleh utusan dari KJRI. ada pendampingan kekonsuleran.

Begitu sampai disana, ternyata saya tidak ada pemeriksaan lanjutan, kasus saya sudah selesai karena saya hanya sebagai korban. tapi pihak kepolisian Saudi meminta kesediaan saya untuk melaporkan kejadian. Karena ada hal yang membuat mereka tersinggung dimana ada yang meletakkan poster di rumah saya kemudian memfotonya kemudian setelah itu mereka diduga bersembunyi di satu gedung di sekitar gedung-gedung tempat tinggal kami.

Kemudian saat saya berdialog dengan kepolisian mereka mengambil gambar dengan kamera jarak jauh, sangat fokus sekali kemudian foto itu disebarkan di Indonesia, disiarkan di berbagai televisi, ini membuat kepolisian Arab Saudi sangat marah, mereka tersinggung dan mereka kecewa. Karena menurut mereka, apa yang mereka lakukan ke saya hanya rutinitas baisa. Ada poster di sebuah rumah, kemudian dia panggil penghuni rumah, ditanya, itu merupakan rutinitas biasa standart kepolisian Saudi Arabia.

Karena poster apapun tidak boleh dipasang di rumah-rumah tinggal di Saudi Arabia, itu peraturan negara. Bukan hanya itu, jika saya cinta bendera merah putih kemudian bendera merah putih saya tempel didinding rumah saya itu juga tidak boleh. Bendera merah putih hanya boleh di KJRI atau di kantor-kantor khusus kantor milik Indonesia.

Jadi, pemeriksaan saya itu hal biasa, yang membuat kepolisian Arab Saudi marah, kecewa karena karena ada penyebarluasan foto secara masif di Indonesia, dimana ada seorang perwira kepolisian sedang menanyai saya di tengah jalan dan itu menjadi viral. Saya setuju, saya sepakat, saya membuat laporan dan dari laporan yang saya buat, pihak keamanan Saudi akan mengejar mereka.

..... (Catatan redaksi, beberapa penyataan Rizieq Shibab di akhir video tidak penulis transkripkan, namun anda bisa menyimaknya di video)

Penulis: Sanjaya Ardhi
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved