Novel Baswedan Tetap Minta Presiden Jokowi Bentuk TGPF terkait Kasus Penyerangannya

Novel Baswedan berharap, Presiden RI Joko Widodo bisa segera turun tangan dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF).

Novel Baswedan Tetap Minta Presiden Jokowi Bentuk TGPF terkait Kasus Penyerangannya
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Penyidik KPK Novel Baswedan berada di mobil setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Sudah lebih dari 500 hari berlalu sejak peristiwa penyerangan itu, namun sampai saat ini kasus tersebut belum juga terungkap.

Novel berharap, Presiden RI Joko Widodo bisa segera turun tangan dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF).

Menurut Novel, pembentukan TGPF dirasa perlu untuk mengungkap kasus penyiram air keras yang mengakibatkan luka di bagian matanya itu.

"Intinya gini, saya sudah menyampaikan beberapa kali, berharap Pak Presiden bisa membentuk TGPF. Rasanya kok, sudah sekian lama masih belum terbentuk juga," ungkap Novel, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/11/2018).

Novel menyebut, belum terbentuknya TGPF, maka hampir tidak ada harapan kasus tersebut dapat terungkap.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia sempat mengatakan, bahwa TGPF sengaja tidak dibentuk.

Hal itu membuat dirinya menarik kesimpulan bahwa kasus yang menimpanya sengaja tidak diungkap.

"Saya ingin menyampaikan bahwa penyerangan kepada saya adalah penyerangan yang sengaja tidak diungkap. Saya katakan, sengaja tidak diungkap," kata Novel.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Novel Baswedan Kembali Minta Presiden Bentuk TGPF Terkait Kasus Penyerangannya"

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved