Pembunuhan di Bekasi

Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi - Anak Diperum Nainggolan Sempat Tulis Surat, 'Mama, Maafin Kakak'

Sarah Boru Nainggolan, anak pertama korban pembunuhan sekeluarga di Bekasi menulis surat terakhir untuk ayah dan ibunya

Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi - Anak Diperum Nainggolan Sempat Tulis Surat, 'Mama, Maafin Kakak'
Kolase Wartakotalive.com/ Facebook (Muhammad Azzam/Maya Sofya Ambarita)
Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, pada Selasa (13/11/2018) dini hari. 

Peristiwa pembunuhan sekeluarga di Bekasi ini diketahui saat seorang warga bernama Feby Lofa curiga dengan televisi di rumah korban yang masih menyala sekitar pukul 03.30 WIB.

Ia melihat gerbang kontrakan samping rumah korban sudah terbuka, dan televisi di ruang korban menyala.

Namun, saat saksi memanggil korban dari luar rumah, tidak ada jawaban.

Ia sempat menelepon salah satu korban tapi tidak diangkat. Kemudian, ia kembali ke kontrakan.

"Saya sempat lihat gerbangnya kebuka, saya panggil tidak nyahut, padahal TV nyala, kira saya tidur kali. Ya sudah saya pulang ke kontrakan," jelasnya dikutip dari Wartakotalive.com.

Peserta BPJS Kesehatan yang Menunggak Iuran Akan Diberi Sanksi Tak Bisa Urus SIM, STNK dan Paspor

Sambil Gendong Jan Ethes - Penampilan Selvi Ananda Menantu Jokowi Saat Jalan di Mal Jadi Sorotan

Pada pagi hari, ia curiga korban yang biasa bekerja, belum berangkat. Ia penasaran dan membuka jendelanya.

"Biasanya korban ini (suaminya) kan kerja suka berangkat sekitar pukul 06.30 WIB. Tapi belum bangun juga, saya lihat lewat jendela ternyata penghuni rumah tergeletak penuh darah," katanya.

Ia kaget, dan langsung melaporkan ke warga lain dan ketua RT.

"Saya kasih tahu warga lain dan Pak RT. Terus langsung nelpon polsek Pondok Gede," ujarnya.

Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, pada Selasa (13/11/2018) dini hari.
Satu keluarga ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati Kota Bekasi, pada Selasa (13/11/2018) dini hari. (WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM)

3. Korban Bicara Soal Uang dan Mobil

Sore sebelum kejadian, Lita, tetangga korban yang sedang berbelanja di warung korban, sempat mendengar percakapan Diperum Nainggolan (38), dengan seseorang melalui telepon genggam, Senin (12/11/2018) sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia mendengar Korban menelepon seseorang dengan suara dan nada yang keras.

"Saya enggak sengaja dengar bapak itu nelepon gitu, nada keras marah-marah gitu," ungkapnya kepada Warta Kota di lokasi, Selasa (13/11/2018).

Lita mengaku sempat bertanya kepada istri korban, kenapa suaminya marah-marah.

Dipindah Makhluk Gaib hingga Bunyi Gamelan, Ini 4 Keganjilan yang Dialami Penjaga Rumah Soeharto

5 Fakta Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, Televisi Jadi Petunjuk Hingga Pembicaraan Soal Mobil

Namun, istrinya meminta dirinya tidak perlu ikut campur.

"Saya tanya istri korban, Maya Boru Ambarita (37). Saya tanya ke istrinya, kenapa bapak marah-marah bu? Dia jawab, 'udah kamu enggak usah ikutan', sama istrinya ngomong gitu, habis itu dia langsung masuk ke dalam," beber Lita.

Ia mengaku dalam percakapan itu Diperum Nainggolan (38) terdengar membicarakan persoalan uang dan mobil.

"Saya enggak lama belanjanya ya, sekitar lima menit. Saya enggak dengar rincinya, tapi kedengarannya bicarakan soal mobil dan uang gitu. Nadanya keras kayak orang berantem," paparnya.

Selama ini ia menanggap kalau keluarga korban dikenal memiliki sifat baik.(*)

Penulis: yudhi Maulana
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved