Festival Ikan Nusantara 2018, Mahasiswa IPB Kampanyekan Gemar Makan Ikan

kali ini kampanye dilakukan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) bekerja sama dengan Himpunan Alumni

Tayang:
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Event Festival Ikan Nusantara (FINA) 2018 di Fakultas Perikanan IPB Dramaga, Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA  - Kampanye makan ikan untuk masyarakat Indonesia terus digaungkan.

kali ini kampanye dilakukan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) bekerja sama dengan Himpunan Alumni Perikanan IPB serta melibatkan guru PAUD.

Ketua Panitia Festival Ikan Nusantara 2018 Nelly Oswini menuturkan intensitas makan ikan masyarakat Indonesia masih jauh dibanding negara lain, seperti Jepang dan Taiwan.

Dalam meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi ikan, orang tua juga guru sekolah mempunyai peran penting.

Untuk itu, menurut Nelly dalam rangka Fisheries and Marine Science Week (FMSW), Pra Event Festival Ikan Nusantara 2019 (FINA) 2019 di Fakultas Perikanan IPB Dramaga, Bogor, juga turut mengundang 350 guru PAUD dalam mensosialisasikan pentingnya makan ikan untuk anak sejak dini.

"Karena kan memang kita harus terus gaungkan, Kementrian Kelautan juga mereka mengajak orang makan ikan. Acara ini memperingati hari ikan nasional, guru ini yang memberi tahu anak sejak dini," katanya kepada TribunnewsBogor.com Kamis (15/11/2018).

Di Indonesia sendiri, lanjut Nelly, jumlah ikan sangat melimpah.

Ada sejumlah ikan yang bisa dibeli dengan harga terjangkau.

"Ikan kembung, ikan emas harganya terjangkau. Jangan dibiasain makan ikan asin. Ikan emas, ikan mujair, ikan nila. Ikan kembung itu omega-3 lebih tinggi dari salmon," jelasnya.

Festival Ikan Nusantara 2018 di Kampus IPB Dramaga, Bogor
Festival Ikan Nusantara 2018 di Kampus IPB Dramaga, Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Nelly tak menyarankan masyarakat Indonesia untuk memakan ikan olahan.

"Tidak usah, mending ikan segar jauh lebih banyak gizinya. Yang diolah gitu kan kita gak tahu udah dikasih pengawet atau gak. Kalau Susi gak apa-apa ikannya malah segar. Kualitas bagus malah ikan mentah," katanya.

Menurut Nelly dalam kampanye makan ikan ini juga menuntut kreativitas orang tua guna mengolahnya agar diminati oleh anak.

"Ikannya dibikin bakso, nuget, kalau olah sendiri kan lebih sehat," tutup Nelly

Sementara itu Guru Besar Ilmu Gizi Fema IPB Prof Dr Hardinsyah MS sekaligus Rektor Universitas Sahid, Jakarta, menjelaskan kandungan gizi dalam ikan sangat banyak, terutama Omega-3.

Bila tak suka dengan ikan, Hardiansyah juga menyarankan untuk memakan belut.

Pasalnya dalam belut dan ikan, menurut Hardiansyah terdapat kandungan omega-3 dan colagen yang amat tinggi.

Dua kandungan itu, bisa membuat kulit manusia menjadi awet muda.

"Di belut kaya omega-3. Makanlah dengan kulitnya mengandung kolagen bisa membuat pembuluh darah elastis jadi terlihat awet muda, makanya makanlah kulit belut dan kulit ikan dan mata ikan. Di badan ada (colagen) tapi tak sebanyak di bagian kulit," jelasnya.

Hardiansyah juga menjelaskan soal bahaya terlalu banyak mengkonsumsi ikan asin.

"Ikan asin sumber natrium yang bisa mengakibatkan hipertensi meningkat," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved