Breaking News:

Panwaslu Kota Bogor Sebut Banyak Caleg Tak Paham Aturan Pemasangan Spanduk Kampanye

Padahal, hal itu melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 15 Tahun 2013, Pasal 17 ayat 1.

Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Ketua Panwaslu Kota Bogor Yustinus Eliyas 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Yustinus Eliyas mengatakan banyak Calon Legislatif (Caleg) yang tidak memahami aturan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK).

Ia menjelaskan pemasangan APK yakni spanduk, baliho, dan lain-lain, ada zona yang disepakati antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan semua partai.

"Makanya kalau dilakukan pencabutan, partai dari Caleg terkait juga tidak marah. Hal ini karena banyak Caleg yang memasang sendiri spanduknya atau tidak berkoordinasi dengan partainya," katanya, di Kantor Panwaslu Kota Bogor, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (15/11/2018).

Ia menambahkan, banyak juga APK yang ditemukan di pohon dan tiang jalan.

Padahal, hal itu melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 15 Tahun 2013, Pasal 17 ayat 1.

Oleh karenanya, Panwaslu tidak segan-segan mencopot spanduk dan baliho yang berada di pohon atau tiang.

"Selama masih ada, yang berkepentingan masih bisa mengambil spanduk atau balihonya bila dilakukan pencabutan. Tapi itu pun kalau masih ada di sini (Kantor Panwaslu Kota Bogor). Kalau tidak ada yang mengambil, spanduk-spanduk ini akan kami buang," jelasnya.

Lainnya, Yustinus enggan mengatakan partai mana yang paling banyak melakukan pelanggaran pemasangan APK.

"Tidak bisa saya beritahu karena hal ini masih didata. Hal ini karena penemuan-penemuan seperti ini selalu ada terus menerus," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved