Breaking News:

Cerita Penjual Nangka di Taman Makam Pahlawan, Sudah Ada Sejak Zaman Penjajahan

Seorang pedagang nangka Uji (48) mengatakan bahwa penjual nangka di lokasi tersebut turun temurut dari kakek, cucu, cicit hingga anaknya.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Penjual nangka di depan Taman Makam Pahlawan, Bogor Selatan, Kota Bogor 

Uji yang memakai baju batik sedang membuka nangka untuk di jual kepada pembeli

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Bagi Anda warga Kota Bogor mungkin sudah tidak asing lagi dengan banyaknya penjual nangka di depan Taman Makam Pahlawan Dreded di Jalan Pahlawan, Kota Bogor.

Ya, sejak puluhan tahun lalu lokasi tersebut sudah menjadi pusat penjualan nangka.

Seorang pedagang nangka Uji (48) mengatakan bahwa penjual nangka di lokasi tersebut turun temurut dari kakek, cucu, cicit hingga anaknya.

Dari cerita yang dia dapatkan dari sang kakek jual beli nangka di lokasi tersebut sudah ada sejak jaman penjajahan.

Sulitnya nangka membuat para pedagang dan pembeli melakukan transasksi di satu tempat.

"Iya dulu susah, makanya ngumpul disatu tempat, dan dulu nangka ini dijual per buah bukan per kilogram pas jaman belanda," katanya.

Uji menjelaskan bahwa nangka yang dijualnya berasal dari daerah Bogor seperti Rancamaya, warung nangka, dan ada juga yang dari daerah luar Bogor seperti Cibitung dan Garut.

Harga perkilogramnya pun cukup terjangkau Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram.

"Kalau pakai kulit Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, kalau tidak pakai kulit itu Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved