Breaking News:

Pembebasan Lahan Proyek Flyover Martadinata Bogor Belum Dibayar, Ahli Waris Pasang Spanduk Protes

Ia pun mengaku kecewa kepada pihak pemerintah Kota Bogor, BPN dan PN Bogor karena proses untuk pembebasan lahan

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pembangunan flyover di Jalan RE Martadinata, Bogor Tengah, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nuhroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pembebasan lahan akibat dari pembangunan flyover di Jalan RE Martadinata, Kota Bogor rupanya belum seluruhnya dibayarkan kepada pemilik lahan.

Padahal pihak kontraktor sudah melakukan pengerjaan di lokasi pembangunan flyover tersebut.

Karena kecewa, pemilik lahan memasang spanduk agar ada perhatian dari pemerintah agar tidak mempersulit pencairan dana pembebasan lahan yang sudaj menjadi hak pemlik lahan.

Ahli waris pemilik lahan atas nama Almarhum yakni Siti Maesaroh mengatakan bahwa pihaknya belum mennerima seperpun pembayaran pembebasan lahan tersebut.

Siti mengatakan bahwa tanah milik almarhum Ayadi dengan luas 2230 meter persegi, yang terkena proyek pembangunan seluas 190 meter persegi. 

Ia pun mengaku kecewa kepada pihak pemerintah Kota Bogor, BPN dan PN Bogor karena proses untuk pembebasan lahan sudah dilaksanakan sejak 2016 lalu belum juga selesai.

"Kami kecewa hingga saat ini uang pembebasan tanah belum diterima oleh keluarga kami, selama ini kami terus berusaha mengurus, tetapi hingga saat ini belum ada hasil apapun, padahal uangnya sudah ada di PN Bogor," ucap Siti Maesaroh saat ditemui dikediamannya Rabu (21/11/2018).

Sementara itu Nuraeni anak dari Siti Mesaroh menjelaskan, dalam proses di tahun 2016 lalu, PN Bogor telah menetapkan surat bernomor : 15/Pdt.P.Cons/2016/PN.Bgr, bahwa tanah atas nama Ayadi di Jalan RE Martadinata RT 06/06, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, mendapatkan ganti kerugian uang atas tanah seluas 190 meter persegi senilai Rp 1.140.000.000 dan bangunan senilai Rp 91.300.000 yang terkena pembangunan flyover Jalan RE Martadinata.

"Tanah seluas 190 meter persegi sampai saat ini belum ada pembayaran, padahal pembangunan flyover sudah dimulai, jadi kendala yang terjadi hingga saat ini belum ada pembayaran dan uang tersebut masih ada di PN Bogor, kami ahli waris belum mendapatkan hak uang kami tersebut," jelasnya.

Atas kekecewaan tersebut Ia pun memasang sebuah spanduk agar diperhatikan oleh Pemkot Bogor.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved