Breaking News:

Soroti Akhir Masa Jabatan Bima-Usmar, Pengamat Minta Bima Arya Lakukan Survei Kepuasan Masyarakat

Harusnya menurut Yus, Bima melakukan research atau survey kepada masyarakat untuk melakukan evaluasi program berikutnya yang akan dijalankan.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugrohoo

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Periode kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman akan berakhir pada pertengahan 2019 mendatang.

Namun bagaimanakan kepuasan dan hasil kepemimpinan Bima Arya pada priode 5 tahun ini?

Hal itu yang menjadi pertanyaan Pengamat Politik dan Kebijakan Publik STKIP Muhamadiyah Cabang Kabupten Bogor Yusfitriadi 

Pasalnya selama ini Bima Arya tidak melakukan atau mempublikasi hasil survey ataupun research kepuasan masyarakat terkait kebijakan ataupun program yang sudah dijalaninya selama 4 tahun terakhir.

Harusnya menurut Yus, Bima melakukan research atau survey kepada masyarakat untuk melakukan evaluasi program berikutnya yang akan dijalankan.

"Saya pikir begini, diakhir masa jabatannya ini yang pertama adalah saya pikir ada sebuah evaluasi 2018 ini ada sebuah evaluasi yang komperhensif apa yang menjadi permasalahan, itu harus berbasis survei, apakah selama Bima menjabat kepuasan terhadap kebijakan pendidikan bagaimana masyarakat, Oh masalahnya disini tidak puas disini iya itu nanti sebagai basis data disitu nanti akan terpetakan sebagai basis untuk  melaksanakan program program berikutnya," katanya 

Yus menilai itu bisa dilakukan oleh pimpinan agar kebijakan atau program yang dikeluarga bukanlah program dadakan namun benar-benar aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

"Terus ada survei lagi bagaimana kepuasan masyatakat terhadap perizinan gitu loh apa yang kurang, apa kepuasan masyatakat terhadap infrastruktur, sehingga program yang akan dijalankan berbasis research jadi tidak serampangan tiba tiba bikin tugu, tiba tiba SSA, gimana,  angkot modern pun tiba tiba ada kemudian jadi polemik. Karena tidak ada program berbasis data apa yang dibutuhkan masyatakat apa yang diinginkan masyatakat," ucapnya.

Selain itu Yus pun menyoroti giat Wali Kota Bogor di media sosial yang cenderung lebih memunculkan kepribadiannya sendiri atau citra politik.

"Coba kita lihat di instagram Bima di media sosial.. apa ada data.. apa ada rsearch apa, apa ada bagaimana evaluasi programnya apa yang kurang, kan tidak," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved