Breaking News:

Jasa Raharja Telah Berikan Santunan Kepada 103 Ahli Waris Korban Lion Air di Tanjung Karawang

PT Jasa Raharja telah menyerahkan uang santunan kepada 103 ahli waris korban kecelakaan Lion Air PK-LQP yang telah teridentifikasi.

Editor: Damanhuri
Istimewa
PETUGAS Kantor Pelayanan PT Jasa Raharja (KPJR) Cabang Cibinong mendatangi rumah salah satu korban pesawat Lion Air JT 610 yang tercatat tinggal di Kota Depok, Selasa (30/10/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  PT Jasa Raharja telah menyerahkan uang santunan kepada 103 ahli waris korban kecelakaan Lion Air PK-LQP yang telah teridentifikasi.

Besaran santuan yang diberikan sebanyak Rp 50 juta bagi tiap ahli waris.

"Sampai tanggal 22 November, kami sudah menyerahkan santunan kepada 103 orang ahli waris. Besarannya Rp 50 juta untuk masing-masing ahli waris, ini bentuk tanggung jawab pemerintah," ujar Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo, Jumat (23/11/2018).

Dalam penyerahan uang santanan tersebut, ada dua bayi yang orang tuanya turut menjadi korban kecelakaan.

Untuk itu pihaknya memberikan uang pengganti penguburan kepada pihak keluarga dari kedua bayi itu.

"Ada dua anak kecil yang orang tuanya ikut jadi korban, sesuai ketentuan undang-undang, kami bayarkan biaya penguburan sebesar Rp 4 juta," ucapnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dikatakan Budi, pihaknya akan segera menyelesaikan seluruh pembayaran uang santuan kepada 125 penumpang yang berhasil teridentifikasi.

Sedangkan, bagi penumpang yang tidak teridentifikasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Lion Air terkait pemberian uang santuanan tersebut.

"Kami akan segera selesaikan (pembayaran uang santunan), termasuk 64 yang tidak ditemukan akan kami koordinasikan dengan Lion," kata Budi.

Sebelumnya, operasi DVI kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 telah resmi ditutup hari ini.

Sejak beroperasi mulai tanggal 29 Oktober hingga 23 November 2018 ini, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 125 orang korban.

Jumlah tersebut terdiri dari 89 orang laki-laki dan 36 lainnya perempuan.

Pesawat Lion Air PK-LQP tujuan Pangkal Pinang itu mengalami kecelakaan sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tanggerang, Banten.

Pesawat sempat dilaporkan meminta kembali ke Bandara Soekarno-Hatta, sebelum kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.

(TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci) 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved