Mayat Dalam Drum

Pelaku Pembunuh Dufi Menunggak Sewa Kontrakan 2 Bulan, Pemilik : Kalau Bayar Suka Telat

Pemilik kontrakan, Lasmi mengatakan jika M. Nurhadi datang bersama istrinya Sari Murniasih untuk mengontrak rumah di bulan Mei 2018.

Pelaku Pembunuh Dufi Menunggak Sewa Kontrakan 2 Bulan, Pemilik : Kalau Bayar Suka Telat
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Kontrakan pelaku pembunuhan Dufi, M Nurhadi di Jalan Swadaya, RT03/04, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI - M. Nurhadi yang menjadi pelaku pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi rupanya sering bermasalah soal urusan keuangan.

Selain tunggakan sepeda motor, M. Nurhadi pun telat membayar biaya kontrakannya.

Pemilik kontrakan, Lasmi mengatakan jika M. Nurhadi datang bersama istrinya Sari Murniasih untuk mengontrak rumah di bulan Mei 2018.

Diawal-awal mereka rutin membayar biaya kontrakan. Namun beberapa bulan belakangan ini justru terlambat.

"Sudah enam bulan ngontrak dan biaya kontrakan mereka paling mahal karena cukup luas, diawal itu bayarnya tepat waktu nah tiga bulan belakang ini agak susah dan sekarang dia juga masih nunggak dua bulan karena enggak bayar suka janji-janji kalau ditagih alasannya uang belum cair dari proyek," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com mengkonfirmasi, Jumat (23/11/2018).

Bahkan lanjut Lasmi, pada saat ditagih ke kontrakan M.Nurhadi sempat mengaku sakit.

"Waktu itu pernah saya tagih karena dia ngontrak perbulan Rp 600 ribu, ternyata pas ditagih dia bilangnya sakit karena saya enggak tega lihatnya ya sudah saya pergi dan saya kasih kesempatan yah ternyata sampai kejadian kayak gini bunuh orang," ujarnya.

Tak hanya itu, M. Nurhadi rupanya juga kerap bercerita kepada Lasmi mengenai sulitnya keuangan karena terkendala proyek.

"Dia bilang kalau banyak tunggakan mulai dari kredit motor dan lain-lain dia bilangnya sih buat bayar proyek gitu dan belum cair-cair enggak tau proyek apa," katanya.

Ia menambahkan bahwa kemarin malam pihak kepolisian mengabarkan akan mendatangi kontrakan M. Nurhadi.

"Nah semalam itu ada polisi nelepon saya katanya mau ke kontrakan M. Nurhadi tapi karena saya di Bandung akhirnya enggak jadi ketemu, terus diawal kejadian juga ditelepon saya dimintai kunci kontrakan dan sampai sekarang masih ada ditangan Polisi," tukasnya.

Sementara itu Pantauan TribunnewsBogor.com di lokasi, kontrakan yang dijadikan tempat untuk membunuh Dufi saat ini masih terpasang garis polisi.

Namun, garis polisi tersebut tampak berbeda hal itu bisa dilihat dari ukurannya dan kondisi sudah terlihat baru.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved