Tolak Kerjakan PR, Bocah SD Usia 9 Tahun Ini Dipukuli Keluarga Hingga Tewas
hasil otopsi menunjukkan SD usia 9 tahun tersebut tewas karena dipukuli saat menolak kerjakan PR
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang bocah SD usia 9 tahun dipukuli hingga tewas oleh keluarganya di Mulhouse, Prancis.
Hanya karena menolak untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR), bocah SD usia 9 tahun yang malang tersebut harus meregang nyawa.
Yang lebih memilukan adalah hasil otopsi menunjukkan SD usia 9 tahun tersebut tewas karena dipukuli hingga merasa sangat kesakitan.
Pukulan sejumlah benda tumpul yang bertubi-tubi membuat bocah tersebut tumbang dan kehilangan nyawanya.
Tindakan ini justru dilakukan oleh keluarga kandungnya sendiri.
Kakak laki-laki dan pacarnya serta saudara perempuannya ada di tempat kejadian saat bocah tersebut kesakitan hingga akhirnya meninggal.
Polisi menahan mereka serta ibu kandung bocah 9 tahun ini meski tak ada di tempat kejadian dan sedang dalam perjalanan bisnis saat anaknya meregang nyawa.
• Ingin Menakut-Nakuti Anjing Karena Terganggu Saat Kerjakan PR, Bocah Ini Malah Bakar Rumahnya'
• Frustasi Tak Bisa Kerjakan PR, Anak SD Ini Coba Bunuh Diri, Lompat Dari Gedung
Belakangan diketahui bahwa sang ibu lah yang memberi hukuman tersebut setiap kali bocah yang namanya tak disebutkan itu menolak mengerjakan PR.
Kini, 4 anggota keluarga tersebut telah ditahan oleh kepolisian Mulhouse dan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Meski kakak laki-laki korban diduga melakukan pembunuhan, namun hakim tetap melakukan investigasi lebih lanjut dan mendalami kasus ini.
Akibat kejadian ini, Majelis Nasional Prancis akan mempertimbangkan larangan pemukulan terhadap anak.
Larangan ini diharapkan dapat membuat anak-anak bisa menganyam pendidikan dengan nyaman dan terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal.
(*)
Artikel ini tayang di Grid.ID -- Tolak Mengerjakan PR, Bocah 9 Tahun Dipukuli Hingga Tewas oleh Keluarganya
Dwi Ayu Lestari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-stres-mengerjakan-pr.jpg)