Akui Keraguan, Pangeran Saudi Sebut Laporan CIA soal Jamal Khashoggi Tak Bisa Dipercaya

Pangeran berusia 73 tahun itu mengaku heran mengapa CIA tidak diadili di AS. "Itu adalah jawaban saya atas penilaian mereka," ucapnya.

Akui Keraguan, Pangeran Saudi Sebut Laporan CIA soal Jamal Khashoggi Tak Bisa Dipercaya
AFP / OZAN KOSE
Massa demonstran menuntut pembebasan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dikabarkan hilang sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada Selasa (2/10/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang pangeran Arab Saudi menyuarakan keraguannya terhadap laporan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA) tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

The Washington Post memberitakan, CIA menyimpulkan perintah membunuh Khashoggi datang dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman ( MBS).

Pangeran Turki al-Faisal, anggota senior kerajaan menuturkan, CIA bukanlah standar tertinggi dalam mengungkap kebenaran maupun akurasi.

"Contohnya sudah banyak," kata Turki kepada jurnalis saat berada di Abu Dhabi, sebagaimana diwartakan Al Jazeera Minggu (25/11/2018).

Pangeran Turki merupakan mantan kepala intelijen Saudi dan pernah menjabat sebagai Duta Besar Saudi bagi AS pada periode 2005-2007.

Dia memberikan contoh kesimpulan CIA bahwa Irak mempunyai senjata kimia sebelum invasi pada 2003 terbukti tidak akurat dan tak bisa diandalkan.

"Laporan itu sangat tidak akurat dan salah, yang menuntun kepada perang skala besar dan menyebabkan ribuan orang terbunuh," ujar Turki.

Pangeran berusia 73 tahun itu mengaku heran mengapa CIA tidak diadili di AS.

"Itu adalah jawaban saya atas penilaian mereka," ucapnya.

Soal Kematian Jamal Khashoggi, Mayoritas Pembunuhnya Ternyata Anggota Militer Arab Saudi

Khashoggi dibunuh ketika hendak mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya, Hatice Cengiz, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved