Di Hadapan Kapolres, Pencuri Mobil Menangis Bersimpuh dan Cium Tangan Korbannya : Saya Minta Maaf !

Seorang pencuri mobil bersimpuh sambil mencium tangan korbannya di Mapolres Madiun, Jawa Timur.

Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi
Nursalim, warga Blok Tundangan, Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat bersimpuh menangis meminta maaf kepada korban yang mobilnya dicuri untuk membayar hutang di Mapolres Madiun. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemandangan menarik terjadi di kantor Mapolres Madiun, Jawa Timur.

Nursalim (30), pelaku pencurian mobil di Kabupaten Madiun, bersimpuh dan menangis meminta maaf saat dipertemukan dengan korbannya.

Nursalim berdalih nekat mencuri mobil pikap karena terbelit utang.

Mengenakan baju tahanan berwarna oranye, Nursalim langsung menyalami Pujianto, pemilik mobil pikap Suzuki T100 bernomor polisi AE 8766 FD dan Djoko Wiyono, pemilik L300 AE 8775 FC di Mapolres Madiun, Senin (26/11/2018).

Ia pun bersimpuh dan meminta maaf kepada Pujianto dan Djoko, pemilik mobil pikap yang dicurinya.

"Saya minta maaf Pak. Saya mencuri karena terjerat utang Pak untuk biaya hajatan pernikahan," kata Nursalim kepada Pujianto dan Djoko sambil bersimpuh di kaki dua korban disaksikan Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Senin (26/11/2018).

Warga Blok Tundangan, Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ini terpaksa mengutang untuk biaya kebutuhan hajat pernikahannya.

Untuk biaya hajatan pernikahannya Agustus 2018 lalu, Nursalim terpaksa meminjam uang ke bank Rp 100 juta.

Lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap, Nur tidak dapat mengembalikan uang pinjaman, sehingga nekat mencuri mobil bersama dua pelaku lain.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menyatakan polisi menangkap Nursalim bersama Suwito, rekannya saat mencuri mobil milik warga.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved