KPU Bilang Tempat Pelaksanaan Debat Tak Harus di Jakarta

PU RI menargetkan konsep debat antara kandidat pasangan calon presiden-calon wakil presiden akan selesai pada Desember 2018.

KPU Bilang Tempat Pelaksanaan Debat Tak Harus di Jakarta
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Mobil KPU saat deklaramasikan kampanye damai di monas. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  KPU RI menargetkan konsep debat antara kandidat pasangan calon presiden-calon wakil presiden akan selesai pada Desember 2018.

Apabila konsep telah rampung, debat Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dapat dilangsungkan Januari 2019.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, mengatakan tempat dilangsungkannya debat sampai saat ini masih tentatif. Pihaknya membuka kemungkinan agar debat tak hanya dilakukan di DKI Jakarta, sebagai ibu kota negara.

"Kami akan membahas tempat debat capres-cawapres. Apakah itu akan dilakukan semuanya di Jakarta atau di daerah lain," kata Wahyu, ditemui di kantor KPU RI, Senin (26/11/2018).

Namun, untuk dilaksanakan di luar daerah, kata dia, ada banyak pertimbangan yang diambil sebelum diputuskan.

"Nah, kami sedang membahas. Sebaiknya tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah lain yang nanti akan kami pertimbangkan secara teknis yang memungkinkan itu akan dimana," kata dia.

Sejauh ini, dia menerima, masukan dari berbagai pihak ada yang meminta supaya debat dilangsungkan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ataupun Papua.

"Banyak yang menginginkan di Papua, Aceh. Tetapi, kami sedang mempertimbangkan secara teknis itu memungkinkan atau tidak," tuturnya.

Jika, mengacu pada pasal 277 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Di pasal itu dibahas mengenai jumlah debat, penyiaran debat, moderator, materi debat. Namun, tidak diatur mengenai tempat pelaksanaan debat.

Merujuk pada pasal 277 ayat 6 UU Pemilu, maka ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan debat pasangan calon diatur dalam peraturan KPU.

Adapun, penyelenggara pemilu itu akan mulai menyelenggarakan debat pada Januari tahun depan. Namun, debat tidak hanya dilakukan pada bulan itu, karena masih ada jangka waktu kampanye sampai 13 April 2019

"Tidak setiap bulan, Januari sampai April kan empat bulan. Jadi ada satu bulan yang dilakukan dua kali misal Januari 1, Februari 1, Maret-nya dua, Aprilnya satu. Karena kan aprilnya tanggal 13 itu awal bulan," tambahnya.

 (Tribunnews.com, Glery Lazuardi)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved