Alasan Perempuan Mau Jadi Orang Ketiga atau Istri Kedua, Ini Menurut Psikolog !

Dalam setiap kasus perselingkuhan tidak cuma satu pihak yang bersalah, tapi si perempuan dan laki-laki juga ikut tanggung jawab.

Alasan Perempuan Mau Jadi Orang Ketiga atau Istri Kedua, Ini Menurut Psikolog !
thinkstock
ilustrasi wanita yang menjadi orang ketiga 

"Dia orang baik ... dia baik hati," kata gadis kecil tersebut, yang orangtuanya adalah pendatang dari Thailand.

Sempat Dicap Pelakor Dan Disindir Anak Tiri, Feby Febiola Ungkap Perlakuan Petra Sihombing Kepadanya

Gadis itu percaya bahwa dia jatuh cinta pada pria itu, yang dikenalnya untuk “waktu yang lama”.

Pria 41 tahun itu juga mengatakan pernikahan resminya akan dilaksanakan ketika umur si gadis mencapai 16 tahun.

“Saya akan mendaftarkan pernikahan kami di Malaysia ketika dia berumur 16 tahun. Sampai saat itu, dia akan tinggal bersama orang tuanya.

Faktor ekonomi

Ilustrasi
Ilustrasi (markmanson.net)

Dikutip dari Kompas.com, selain alasan jatuh cinta, menurut psikolog keluarga Irma Gustiana Andriana M.Psi, faktor ekonomi berpengaruh besar pada alasan perempuan yang rela menjadi orang ketiga.

"Ada beberapa orang yang kecenderungannya enggak mau susah. Jadi mereka lebih mencari keadaan ekonomi si laki-laki yang dianggap sudah mapan," kata Irma.

Jika dicermati, beberapa kasus cinta segitiga dengan pria beristri yang mencuat di media sosial kebanyakan memang melibatkan pria berusia di atas 35 tahun yang status ekonominya berkecukupan.

Biasanya adalah pejabat, pengusaha, atau orang dengan jabatan tinggi.

Dituding Jadi Penyebab Perceraian Gading Marten-Gisel, Icha Gwen : Jangan Hina Anak Saya

Memiliki tekanan mental tersendiri

Halaman
1234
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved