Alasan Perempuan Mau Jadi Orang Ketiga atau Istri Kedua, Ini Menurut Psikolog !

Dalam setiap kasus perselingkuhan tidak cuma satu pihak yang bersalah, tapi si perempuan dan laki-laki juga ikut tanggung jawab.

Alasan Perempuan Mau Jadi Orang Ketiga atau Istri Kedua, Ini Menurut Psikolog !
thinkstock
ilustrasi wanita yang menjadi orang ketiga 

Irma menjelaskan, kebanyakan pelakor adalah mereka yang memiliki konsep diri rendah.

"Entah karena ada trauma, kehilangan, atau kurang kasih sayang, yang membuatnya tidak percaya pada diri sendiri dan merasa tidak seperti orang lain," ujarnya.

Kompensasi dari kondisi psikologi tersebut dapat mendorongnya mencari cara  demi menunjukkan eksistensinya sebagai perempuan.

"Pemuasan kebutuhan psikologi seseorang bermacam-macam, ada yang dengan olahraga, berkesenian, tapi ada yang tidak mampu mengontrol dorongan mendominasi dengan merebut perhatian pasangan orang. Ini akibat dari konsep dirinya tidak kuat," katanya.

ilustrasi orang ketiga
ilustrasi orang ketiga ()

Dengan berhasil menaklukkan hati pria yang sudah berpasangan, menurut Irma, bisa memberikan rasa kepuasan dan menaikkan eksistensinya.

"Kepuasan setiap orang beda-beda. Mungkin buat pelakor, jika ada suami orang memilih dia merupakan indikasi dia lebih unggul dari perempuan lain. Ini enggak sehat," ujar psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia ini.

Padahal, menjalin hubungan dengan pria beristri bukan saja menghancurkan rumah tangga orang lain tapi juga reputasi si pelakor itu sendiri.

Jika dari pihak pelakor ada persoalan psikologis yang dibawa dari masa lalunya, maka dari pihak laki-laki yang berselingkuh biasanya karena memang punya kesempatan dan ikatan pernikahan yang tidak kuat.

Jangan Dulu Emosi, Ini Tips Hadapi Pasangan yang Selingkuh Menurut Psikolog

Tidak mau ribet

Dikutip dari Huffingtonpost, seorang perempuan mengaku tertarik menjadi orang ketiga dan tidak masalah menjadi istri kedua.

Hal ini dikarenakan alasan yang cukup mengejutkan. Karena banyaknya aktivitas dan waktu yang dilakukan sehari-hari, membuatnya tidak terlalu memikirkan untuk mencari suami, sehingga dirinya menerima saja ketika ada seorang pria menjadikannya istri kedua.

Baginya, menjadi istri kedua bukanlah masalah, sebab kesibukannya membuat dirinya tidak bisa menghabiskan waktu sepenuhnya bersama suami.

Dia merasa baik-baik saja bila sang suami bermalam di rumah istri pertama dan kemudian bermalam di rumahnya di hari berikutnya.

Wah, ternyata terdapat beberapa macam hal yang membuat seorang perempuan baik-baik saja bila menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain.

(Nakita/Kirana Riyantika)

Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved