Lion Air JT610 Jatuh

Sebelum Hilang Kendali, Hidung Pesawat Lion Air JT610 Turun 24 Kali dalam 11 Menit

Meski demikian, MCAS bukan satu-satunya faktor penyebab jatuhnya Lion Air JT610.

Sebelum Hilang Kendali, Hidung Pesawat Lion Air JT610 Turun 24 Kali dalam 11 Menit
kolase pegi pegi/abc
Ilustrasi black box pada pesawat Lion Air JT610 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengumumkan laporan awal kecelakaan pesawat Lion Air penerbangan JT610.

Pesawat dengan registrasi PK-LQP itu jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018.

Dalam laporan awal tersebut disajikan data dari kotak hitam flight data recoreder (FDR) yang menunjukkan bahwa sebelum pesawat jatuh, hidung pesawat Lion Air JT610 turun secara otomatis hampir 24 kali dalam 11 menit.

Pilot dan kopilot berulang kali berupaya untuk membawa pesawat naik kembali sebelum akhirnya kehilangan kontrol.

Pesawat kemudian menukik dengan kecepatan sekitar 700 kilometer per jam sebelum akhirnya menghantam laut.

 Data FDR Lion Air JT610 bisa dilihat di foto di bawah ini.

Perhatikan grafik biru TRIM MANUAL dan grafik orange TRIM AUTOMATIC.

Hidung pesawat turun lebih dari 20 kali dalam 11 menit (grafik oranye).

Grafik biru menunjukkan upaya pilot membawa hidung pesawat naik kembali.

Data FDR Lion Air JT610. Grafik biru dan orange (dua paling atas) menunjukkan upaya pilot menaikkan hidung pesawat, melawan kendali otomatis yang membawa hidung pesawat turun.(KNKT)
Data FDR Lion Air JT610. Grafik biru dan orange (dua paling atas) menunjukkan upaya pilot menaikkan hidung pesawat, melawan kendali otomatis yang membawa hidung pesawat turun.(KNKT) ()

Laporan awal KNKT dari pembacaan data FDR ini konsisten dengan penyelidikan Boeing soal sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved