Breaking News:

Cerita Mbok Yu Yem, Penjual Sate dan Tongseng Kambing di Bogor Langganan Paspampres

dari penuturan Yu Yem, lapak tongseng dan sate kambingnya itu sering dikunjungi oleh anggota Pasukan Pengaman Presiden

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Mbok Yu Yem penjual tongseng kambing dan sate kambing di Kampung Penjagalan, di Jalan Pemuda, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Sudah lebih dari 35 tahun Mbok Yu Yem berjualan tongseng kambing dan sate kambing di Kampung Penjagalan, di Jalan Pemuda, Kota Bogor.

Langganan tongseng Yu Yem pun berasal dari berbagai kalangan.

Bahkan dari penuturan Yu Yem, lapak tongseng dan sate kambingnya itu sering dikunjungi oleh anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Yu Yem mengatakan bahwa anggota Paspampres tersebut sering mampir ke lapak tongseng miliknya ketika sedang bertugas di Bogor.

Ia pun awalnya tidak mengira bahwa pria tersebut adalah anggota Paspampres.

"Enggak tau, wong pakai pakaian bebas, cuma badannya besar," katanya saat ditemui di lapak dagangannya Kamis (29/11/2018).

Perempuan kelahiran Solo itu menceritakan bahwa Ia mengetahui pria yang sering mampir ke lapak dagangannya itu adalah anggota Paspamres ketika pria tersebut memperlihatkan kartu nama.

Dari sana Mbok Yu Yem mengetahui bahwa pria yang sering makan di lapak tongseng miliknya itu adalah anggota Paspampres grup A.

"Ndak tau saya, terakhir ketemu dan makan itu dia ngasih lihat kartu nama, Iya mungkin sudah seperti orangtua sendiri, karena saya juga kan tinggal sendiri anak tidak ada suami meninggal," ujarnya.

Namun sejak itu Yu Yem pun tidak pernah bertemu lagi dengan anggota tersebut.

"Pas waktu jaman Pak SBY, mungkin lagi tugas ke Bogor kemudian makan di warung saya, karena cocok datang lagi beberapa kali, kalau sekarang ndak tau dimana, mungkin sudah pindah tugas di luar kota," katanya.

Selain pernah dikunjungi Paspampres rupanya lapak tongseng Mbok Yu Yem sering didatangi oleh para pejabat dan juga pengusaha.

"Iya dulu waktu saya masih jualan di depan sebelum gedung dewan dibangun, ada dari Auri, orang pajak, pengadilan, polisi lalu lintas, pengusaha, ada aja yang datang, ya karena memang pinggir jalan kan jualanya," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved