Retakan Tanah di Proyek Perbaikan Longsor di Puncak Akan Dipadatkan Dengan Material Baru
Pekerja pengerjaan proyek penguatan struktur tanah longsor Puncak,menjelaskan pergeseran tanah yang terjadi itu adalah puing yang tak terpakai
Penulis: Sachril Agustin Berutu | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Satu di antara pekerja pengerjaan proyek penguatan struktur tanah di lokasi longsor Puncak, Igun menjelaskan, pergeseran tanah yang terjadi itu adalah puing-puing yang tidak terpakai.
"Jalan yang tergeser itu sebenarnya akan dibuang dan diganti dengan material baru. Jadi, akan dilakukan pembersihan dan dilanjutkan dengan pemadatan, yakni memasukkan material bahan jalan yang baru," katanya, di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (29/11/2018).
Ia menjelaskan, pergeseran tanah yang terjadi itu adalah lahan yang ditutupi terpal.
Hal itu baru diketahui saat akan dilakukan pengerjaan lanjutan dengan membuka terpal.
Namun, tanah yang tergeser itu adalah puing-puing atau material yang tidak terpakai dan akan dibuang.
Material berupa tanah, pepohonan, bebatuan, dan lainnya, akan dibuang dan diganti dengan material baru.
Bila tidak dibuang dan tidak diganti dengan material yang baru, maka struktur tanah akan tetap lemah atau labil.
Oleh karenanya, dalam pengerjaan proyek ini, Jalan Raya Puncak di kawasan Riung Gunung yang sebelumnya longsor ini, akan dilakukan pemadatan bila sudah membuang puing-puing yang ada.
"Jadi mau misalnya puing-puing berupa tanah ini tergeser, tidak akan memengaruhi pekerjaan. Sebab, pemasangan pondasi di bawah jalan sudah selesai," beber Igun.
Igun melanjutkan, hal yang menggangu proses pengerjaan adalah ketika truk atau bus lewat.
Hal ini karena truk dan bus memiliki getaran yang tinggi.
"Getaran dari kendaraan ini sangat kuat. Tidak hanya tanah saja yang bergetar, kami yang sedang mengerjakan proyek saja merasakan sekali getaran itu. Getaran ini lah yang mengganggu proses perbaikan jalan," tuturnya.
Lainnya, Igun mengatakan kalau sekarang ini sedang dalam proses pembersihan lahan dan pengecoran retaining wall.
Bila sudah selesai, akan dilakukan pemadatan jalan dengan penimbunan.
"Targetnya, sebelum Natal 2018, sudah rampung seluruhnya. Sebab saat hari itu, kendaraan akan banyak sekali. Makanya dilakukan percepatan proyek," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/proyek-longsor.jpg)