Pembunuhan di Papua

Pembantaian di Papua, Mantan Komnas HAM Sebut Eskalasi Konflik di Papua Terjadi 4 Tahun terakhir

Pembunuhan 19 pekerja PT Istaka Karya yang terjadi di Nduga, Papua membuat banyak pihak bereaksi.

Pembantaian di Papua, Mantan Komnas HAM Sebut Eskalasi Konflik di Papua Terjadi 4 Tahun terakhir
Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha
Natalius Pigai (kiri) bersama Fadli Zon 

Pembiaran yang dimaksudkan yakni tak ada perhatian dari pemerintah sehingga rakyat Papua menjadi kelaparan atau karena diserang penyakit.

Menurut Fadli Zon, Pembantaian Pekerja di Papua Ancaman Kedaulatan Negara

Cerita Mandor PT Istaka Karya Selamat Dari Pembantaian di Papua, Pura-pura Mati Hingga Dikejar KKB

"Ada 53 orang mati, anak mati di Deiyai 4 orang mati dan hampir ratusan lainnya temasuk Asmat. Saya mau sampaikan inilah situasi 5 tahun terakhir, ini situasi paling buruk kehidupan yang terjadi di Papua," ucapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden untuk Papua mengatakan kalau kasus konflik yang terjadi di Papua ditangani oleh TNI dan Polri.

"Tugasnya Pak Jokowi bukan urus pelanggaran, tapi mencari solusi, menyelesaikan solusi bisa. Jadi jangan sedikit masalah lari ke Jokowi. Jadi tugasnya Komnas HAM, TNI dan Polri untuk turun ke lapangan" ucapnya.

Catatan Kejahatan KKB Egianus Kogoya

Baru-baru ini, ada pembantaian 31 pekerja di Kabupaten Nduga, Papua. 19 perkerja diantaranya tewas, dan 1 orang TNI juga tewas .

Kelompok separatis Egianus Kogoya bersama pengikutnya dinilai aparat penegak hukum adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap sejumlah aksi kriminal yang terjadi enam bulan terakhir di Kabupaten Nduga, Papua.

Sebanyak 31 pekerja jembatan di Papua dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB pimpinan Egianus Kogoya pada Minggu (2/12/2018).
Sebanyak 31 pekerja jembatan di Papua dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB pimpinan Egianus Kogoya pada Minggu (2/12/2018). (TRIBUNNEWS.COM)

Berikut sejumlah catatan kriminal yang dilakukan oleh Egianus Kogoya bersama pengikutnya;

1. Penembakan pesawat Dimonim Air

Pada tanggal 22 Juni 2018, pesawat Twin Otter PK-HVU milik maskapai Dimonim Air rute Timika-Kenyam, ditembak di lapangan terbang Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, oleh kelompok separatis Egianus Kogoya.

Halaman
1234
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved