Puting Beliung Bogor

Warga Lihat Angin Berputar Kecang, Ini Penjelasan BMKG Bogor Soal Peristiwa Angin Puting Beliung

Peristiwa bencana alam yang terjadi di Kota Bogor menyisakan puing puing atap rumah yang berterbangan.

Warga Lihat Angin Berputar Kecang, Ini Penjelasan BMKG Bogor Soal Peristiwa Angin Puting Beliung
ISTIMEWA
Rumah rusak di Cipaku, Bogor Selatan akibat angin puting beliung 

Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra mengatakan bahwa tiupan angin saat sudah turun ke bawah dari awan tidak bisa diprediksi.

Hadi menjelaskan bahwa angin puting beliung yang terjadi di Kota Bogor itu berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yang sudah cukup matang.

Menurutnya hal yang wajar jika warga menyaksikan angin datang dari beberapa wilayah.

Karena menurutnya angin puting beliung yang turun dari awan CB bisa turun di bebeberapa wilayah.

"Jadi sebenarnya dia itu awan Cumulonimbus pukul 15.00 WIB itu sudah matang dia, makanya pertaama itu petir kucup kencang, setelah itu petir sudah tidak ada baru angin kemudian bertiup itu, kan awannya satu, awannya besar jadi dia bisa turun di beberapa tempat dari awan itu," katanya Sabtu (8/12/2018).

Hadi menjelaskan bahwa kecepatan angin bisa mencapai di atas 50 Km/jam.

Araha tiupan angin pun tidak bisa diprediksi karena saat angin menghantam benda jika benda itu kuat angin akan berbalik arah.

Namun jika benda yang dihantam angin itu tumbang maka angin alan terus bertiup mengikuti arah angin itu sendiri.

"Anginnya itu turun dari awan dan bertiup sekitar 10 sampai 15 menit stelah bertiup itu hilang, angin turun kemudian melintasi arah tiupan angin itu, jadi kalau warga melihat angin nertabrakan itu istilahnya itu angin berhembus kemana-mana dia mantul, kena pohon kena rumah, iya dia (angin) bisa mental tidak terarah, kalau pohonya masih kuat anginnya terus mantul, kalau pohon enggak kuat pohonya yang tumbang," katanya.

Hadi juga memberi imbauan kepada warga untuk mengindari berpergian dan berteduh di bawah pohon atai bangunan yang sudah rapuh ketika sudah melihat awan hitam dan petir serta suhu udara yang cukup gerah.

"Iya imbauannya jika suhi udara sudah gerah, dan melihat ada awan hitam disertai petir maka lebih baik jauhi berteduh di bawah pohon dan segera mencari tempat yang aman," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved