Menteri Perhubungan Bilang Dua Tahun Lagi, Headway KRL Jadi Tiga Menit

Pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang didiriakan di atas stasiun, memberikan konsekuensi terhadap daya tampung kereta.

Menteri Perhubungan Bilang Dua Tahun Lagi, Headway KRL Jadi Tiga Menit
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kereta Rel Listrik Commuter Line di Stasiun Bogor, Jumat (25/12/2015) malam. ILUSTRASI 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang didiriakan di atas stasiun, memberikan konsekuensi terhadap daya tampung kereta.

Selepas meresmikan pembangunan awal hunian rumah susun TOD di stasiun Rawa Buntu Serpong, Jurang Mangu Ciputat dan Cisauk, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan, pihaknya akan menambah kapasitas kereta komuter yang menuju tiga stasiun itu.

Peningkatan kapasitas termasuk peningkatan headway atau sirkulasi kereta di stasiun, menjadi 2 sampai 3 menit sekali.

Selain itu, rangkaian kereta pun akan ditambah, dari yang semula 10 gerbong, menjadi 12 gerbong per rangkaian.

"Kereta ini kan dengan headway 5 menit. Kita ada dua yang akan kita upayakan dalan 1-2 tahun ini. Headway akan kita buat 2-3 menit dan juga gerbongnya 10, nanti kita akan menjadi 12. Jadi itu akan menjadi tambahan kapasitas dari kereta kereta yang menuju BSD ini," ujar Budi, Senin (10/12/2018).

Ia mengatakan perubahan headway membutuhkan waktu lama, dalam hal ini ia menyebutnya satu sampai dua tahun, karena melibatkan sistem perkeretaan secara menyeluruh.

"Realisai 1 sampai 2 tahun. Kalau headway itu kan butuh ada sistem yang dilakukan. Jadi enggak bisa dilakukan cepat karena window time tertutup," ujarnya.

Pembesaran kapasitas kereta merupakan konsekuensi dari pembangunan hunian berbasis TOD, sang disebut Budi, sebagai penyikapan atas tata ruang kota.

Sentralisasi hunian yang berada langsung di lokasi transportasi akan memotong jumlah perjalanan dan pada ujungnya mengurangi kemacetan.

Ia memberi contoh, jika ada 4.000 unit hunian, maka akan memotong 16.000 perjalanan di satu titik.

"Jadi ini akan efisien sekali. Belum lagi kalau fungsi-fungsi komersial, pendidikan ada di sekitar situ. Jadi kita secara advance kita membuat satu angkutan transportasi massal, juga diikuti dengan permukiman. Sehingga satu sisi muatan sangat banyak tapi tereduksi sangat banyak," katanya.

(TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved