Diborong oleh Bupati Bogor, Rendang Lamur Asal Babakan Madang Ini Dibandrol Pakai Dolar
respon Bupati Nurhayanti cukup baik dengan makanan yang diproduksi oleh pihaknya itu.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Rendang Lamur buatan Danselfood yang berasal dari Babakan Madang, Sentul Selatan Kabupaten Bogor ini jadi perhatian Bupati Bogor Nurhayanti, Selasa (11/12/2018).
Sebab makanan ini salah satu contoh produk yang berhasil bagi para UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang dipamerkan dalam Festival Produk Hewan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di Kantor Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor.
Administration Manager Danselfood, Nuraeni, mengatakan bahwa respon Bupati Nurhayanti cukup baik dengan makanan yang diproduksi oleh pihaknya itu.
Bahkan Nurhayanti, kata dia, memborong 5 kaleng rendang yang ia jajakan oleh usaha yang dibangun tahun 2014 lalu itu.
"Saya minta ya lima, buat makan. Iya mangga, itu tadi Bu Bupati," kata Nuraeni kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (11/12/2018).
Ia mengatakan bahwa rendang yang ia buat merupakan rendang lamur atau daging pilihan dari daging sapi dan ayam.
Selain itu, kata dia, rendang ini gurih namun tidak pedas dan sudah dipisahkan dari lemak-lemaknya maka cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak hingga dewasa.
Ia juga menjelaskan bahwa lamur tersebut merupakan daging bagian dada sekitar ketiak yang merupakan salah satu bahan utama dari daging hewan ternak.
"Lamur itu bahasa Indonesianya itu benakul, jadi dagingnya emang bener-bener pilihan," katanya.
Nuraeni mengaku bahwa satu kaleng rendang yang diproduksi usaha yang sudah berbentuk PT tersebut ia jual dengan harga Rp 50 ribu.
"Di (maskapai) Garuda juga udah ada, kalau di Garuda dijualnya harganya USD 15," kata Nuraeni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/rendang-kaleng.jpg)