OTT KPK

Mahasiswa Demo di Kantor Disdik Kabupaten Cianjur, Tuntut KPK Cabut Hal Politik Bupati Cianjur

Tampak, para mahasiswa ini juga mengambil mini banner dari dalam kantor dan melanjutkan orasi.

Mahasiswa Demo di Kantor Disdik Kabupaten Cianjur, Tuntut KPK Cabut Hal Politik Bupati Cianjur
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Cianjur mengadakan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIANJUR - Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Cianjur mengadakan unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur.

Pantauan TribunnewsBogor.com, ada sekira 50 mahasiswa yang ikut demo di Kantor Dinas Pendidikan.

Dengan melakukan aksi teatrikal dimana seorang massa memperagakan Bupati Cianjur,Irvan Rivano Muchtar yakni satu orang dengan memakai baju berjas, peci, sorban, dan tulisan Tahanan KPK di potongan kardus, para mahasiswa HMI ini berorasi.

Tampak, para mahasiswa ini juga mengambil mini banner dari dalam kantor dan melanjutkan orasi.

Setelah itu, dilanjutkan dengan berjalan ke depan ruangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan melakukan aksi menabur bunga.

"Kami ingin agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan mencabut Hak Politik Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan lima orang lainnya yang tertangkap KPK," kata Koordinator Aksi, Dede Romansyah, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Kamis (13/12/2018).

Ia menambahkan, mahasiswa HMI mendukung penuh KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan Cianjur, apalagi dari kasus yang menimpa Irvan.

Dijelaskannya, hal itu adalah kejahatan besar.

"Korupsi dana pendidikan adalah kejahatan luar biasa karena telah mengambil hak anak-anak generasi penerus bangsa," tegasnya.

Perbuatan yang dilakukan Bupati Kabupaten Cianjur, dikatakan Dede, telah mengingkari kepercayaan masyarakat.

Tambah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Muhammad Asep Saipulrahman, aksi yang dilakukan mahasiswa HMI adalah bentuk demokrasi.

"Sangat bagus, dan semua berlangsung dengan damai. Tidak ada kerusuhan dan anarkis. Patut di apresiasi apa yang dilakukan mahasiswa itu, kita ambil nilai positifnya," pungkas Asep.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved