Oknum Driver Ojek Online Ditangkap Polisi Usai Berurusan dengan Bandar Narkoba

Oknum driver ojek online yang jadi kurir narkoba di Kota Depok meraup untung Rp 100 ribu untuk sekali mengirimkan paket sabu

Oknum Driver Ojek Online Ditangkap Polisi Usai Berurusan dengan Bandar Narkoba
Istimewa/ Dokumentasi Humas Polresta Bogor Kota (ilustrasi)
Barang bukri narkoba jenis sabu yang diamankan Polresta Bogor Kota 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Oknum driver ojek online yang jadi kurir narkoba di Kota Depok meraup untung Rp 100 ribu untuk sekali mengirimkan paket sabu dengan berat di bawah 1 gram dengan jarak tujuan yang hanya berkisar beberapa kilometer.

Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Indra Tarigan mengatakan jumlah tersebut dapat membengkak bila jumlah paket narkoba yang dikirim ke pembeli lebih banyak.

"Upah yang diterima oknum pengemudi ojek online ini bervariasi, tergantung jumlah pesanan yang dikirim. Tapi kalau untuk sabu di bawah 1 gram mereka dibayar Rp 100 ribu untuk sekali pengiriman. Kebanyakan paket yang diantar itu sabu," kata Indra di Balai Kota Depok, Kamis (13/12/2018).

Dari hasil pemeriksaan 12 tersangka oknum pengemudi ojek online yang nyambi jadi kurir, Indra menjelaskan bahwa jarak pengiriman hanya berlokasi di wilayah Depok atau jarak dekat.

Besarnya jumlah tersebut membuat pengemudi ojek online nyambi jadi kurir narkoba meski tahu bahwa tindakan itu dapat membuatnya masuk hotel rodeo.

"Untuk pengiriman jarak dekat di wilayah Depok mereka bisa dapat Rp 100 ribu. Memang jumlahnya besar dibanding kalau mereka mengambil pesanan. Makannya ada yang mau jadi kurir narkoba," ujarnya.

Indra menjelaskan bahwa selama tu tiga bulan terakhir ada peningkatan kasus peredaran narkoba di Depok yang melibatkan pengemudi ojek online jadi kurir.

Tercatat 12 oknum pengemudi ojek online yang jadi kurir sabu dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satresnarkoba Polresta Depok.

Dalam mengantar pesanan yang diminta bandar, para tersangka tersebut tetap mengenakan atribut sebagai pengemudi ojek online guna memuluskan perannya.

"Kalau pekerjaan tetap sebenarnya mereka ojek online, tapi mereka nyambi jadi kurir. Pada saat ada orang pesan narkoba antar dengan menggunakan kendaraan yang digunakan untuk mencari penumpang. Lengkap dengan seragam dan atribut," tuturnya.

(TribunJakarta.com, Bima Putra)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved