Breaking News:

Dihadapan Najwa Shihab, Ridwan Kamil Ungkap Kisah Hidupnya, Istirahat Sekolah, Jadi Penjaga Buku

Kang Emil itu menceritakan bahwa dirinya menjadi penjaga buku di SMPN 2 Bandung selama dua tahun.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Najwa Shihab di acara Kick Andy di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Sabtu (15/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan kisahnya saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menceritakan bahwa dirinya menjadi penjaga buku di SMPN 2 Bandung selama dua tahun.

Hal itu dilakukannya setiap saat jam istirahat sekolah tiba

"Iya saya dua tahun dari SMPN 2 Bandung kelas 1 dan kelas 2, kalau yang lain istirahat ke kantin, seorang Ridwan Kamil ke perpustakaan jaga buku kira kira begitu," kata Emil di acara Kick Andy di Lapangan Sempur, Sabtu (15/12/2018).

Cerita Ridwan Kamil itu pun ditanggapi oleh Andy F Noya host Kick Andy dan Najwa Shihab.

"Jika ingin menjadi gubernur mulai lah menjaga buku disekolah kira kira begitu," ujar Andy sembari tersenyum.

Dalam acara itu Emil juga menjelaskan program Kolecer atau Koleksi Literasi Cerdas.

Lihat Potret Najwa Shihab Tersenyum Sambil Gendong Jan Ethes, Anak Jokowi Salah Fokus pada Benda Ini

"Iya jadi tugas pemimpin adalah membuat perubahan yang malas menjadi rajin jadi yang gelap menjadi lebih terangg dan seterusnya, kita pada ke khawatiran yang sama generasi kita drngan revolusi digital ini ada ancaman yang kita tidak bisa kontrol adalah menurunnya minat membaca, tugasnya pemerintah Jawa Barat akan menghadirkan buku kepada masyarakat," ujarnya.

Istri Ridwan Kamil Ungkap Alasan Belum Tempati Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat

Ridwan Kamil  menjelaskan bahwa saat inu bukan lagi masyatakat yang dipaksa untuk mendekati buku.

Namun, bagaiamana caranya buku mendekati masyarakat.

"Jadi bukan masyarakat yang dipaksa untuk mendekatkan buku tapi kita yang mendakatkan buku daripada besar mending renceng renceng tapi banyak bahasa irunya street labari ada kursi hadi orang sampai lihat duduk dan membaca, hari ini akan diberikan kepada kepala daerah mimpinya itu nanti akan ada beribu ribu sperti ini," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved